Showing posts with label korek. Show all posts
Showing posts with label korek. Show all posts

Thursday, April 10, 2014

Langkah korek mesin harian yang benar


mohon maaf sebelumnya ya,  udah lama tidak update 
ni saya kasih cara korek motor harian

Mesin korek harian memang lebih disukai para rider yang suka kecepatan tapi motor masih bisa diajak jalan setiap hari,bukan hanya buat balapan. Apakah kamu tahu langkah-langkah membuat korek mesin harian yang benar? Banyak orang-orang yang salah kaprah tentang membuat motor mereka lebih cepat seperti contoh : Motor standart dan masih bawaan parbrik ingin mebuat motornya lebih cepat dengan cara mengganti knalpot racing , bobokan , free flow dll yang berbau racing tapi apakah dibearkan?

Jika menurut saya itu salah besar karena dilihat dari spek motornya pun masih standart lubang buang atau lubang exhaust belum dibesarkan(porting belum dibesarkan). Seperti orang makan nya banyak maka tenaga yang dihasilkan lebih besar dan lebih lama dibanding orang yang makanya sedikit pasti tenaga yang dikeluarkan juga sedikit dan lebih cepat lelah. Sama halnya dengan penggantian knalpot racing jika pembakaran sedikit tapi diharuskan membuang tenaga yang besar maka motor pun akan loyo.

Seperti contoh lainya penggantian karbu gendut atau karbu PE 28 padahal mesin masih standart dan durasi noken masih standart pula maka kerja mesin pun tak akan maksmal. Jadi langkah korek mesin harian yang benar adalah:



 1.Cylinder Head
Semua para tuneer pasti sudah mengetahuinya , jika membuat motor racikan maka yang pertama dipegang adalah kepala silinder bisanya diubah ruang bakarnya. Dan juga bentuk kepala piston disesuaikan dengan kepala silinder.









2.Camshaft
Noken as yang berperan penting menjadi paru-paru sepeda motor karena part ini yang sering menentukan kinerja dan performance mesin nantinya. Biasanya untuk langkah membuat noken racikan pertama harus digaris berapa mm biasanya untuk harian 2mm sudah ekstrem. Kemudian di papas menggunakan mesin papas noken agar noken tidak ngeclek flang harus rapi.



 



 3.Porting Polish
Lubang jalur masuk dan keluar pembakaran harus benar" bagus karena untuk efisiensi volumetrik agar aliran nya tak ada hambatan yang teralu besar. Porting polis harus benar karena jika salah arah membuat porting motor malah loyo seperi porting lubang exhaust jika kelwat besar dari diameter klep motor pun akan lemes.







 4.Karburator
Setelah 3 langkah diatas maka karburator wajib untuk di korek jika tidak ganti yang lebih ekstrem seperti karbu pe 28 atau yang lainya. Atau bisa juga karbu standart direamer menjadi venturi yang lebih besar.
Macam karbu reamer  bisa kalian baca juga.









  5.Knalpot.
nah knalpot adalah akhir dari korek mesin harian setelah 4 langkah diatas selesai maka knalpot menyesuaikan karakter korekan mesin agar kompak dan mesin pun lebih awet.






Selengkapnya..

Sunday, February 9, 2014

Korek Mesin Road Race VS Drag Bike Bedakan Posisi Seher

Ketika top, pinggir seher rata dengan blok

                                                                                                                                                                                               Road race dan drag bike dua balap motor yang berbeda konsep. Road race tidak hanya butuh mesin yang kencang, tapi harus tahan. Sedangkan drag bike sekencang-kencangnya karena hanya geber 201 meter. Soal ketahanan nomer dua.

Itu yang membuat peta korekan terhadap mesin juga berbeda. Seperti ketika seting posisi pinggir seher terhadap bagian atas blok silinder. “Di road race, pinggir seher dibuat lebih mendem,” jelas Iman Santoso, mekanik Titan Speed yang langganan juara di matic race.

Menurut Iman, bibir seher harus lebih mendem antara 0,6 sampai 0,8 mm dari blok atas. “Bahkan paling minimal banget dibuat 0,5 mm,” jelas Iman yang motornya jawara kelas 150 cc di The Master of Matic Race beberapa waktu lalu di depan Gedung Sate, Bandung.

Posisi seher lebih mendem belum termasuk paking head. Paking head sendiri 0,3 mm. Jadi, totalnya lebih dalam lagi.

Antara seher dan head jaraknya dibikin jauh agar motor tahan lama. Karena pada putaran tinggi akan mengalami getaran tinggi. Kalau antara seher dan head kelewat dekat bisa bertabrakan walau sangat kecil sekali. Namun lama-lama seher rompal.

Kalau di drag bike, berbeda. Posisi seher ketika top dibuat rata dengan bibir atas blok. Tidak takut seher mentok head karena dipake hanya sebentar.

Selain itu, untuk menghindari mentok antara seheher dengan head bisa dipasang paking tebal. Misalnya menggunakan paking dari bahan tembaga. “Tebalnya bisa sampai 0,5 mm,” jelas Utomo alias Tomo dari Tomo Speed Shop.

Misalnya di Honda BeAT 155 cc milik Tomo Speed Shop. Di drag bike Jogja dua minggu lalu menyabet juara 1 sampai 5. Diborong sendiri. Posisi pinggir atas seher dibuat rata dengan blok.




Ruang bakar dilengkapi nat selebar diameter seher
       
Namun perlu dilihat lagi. Motor-motor drag bisa dibikin rata antara puncak seher dengan blok. Desain ruang bakar yang diaplikasi berbeda. Di dalam ruang bakar terdapat nat.

Nat membuat ruang bakar seperti mendem. Nat dibuat selebar diameter seher. Sehingga membuat jarak antara seher dengan head jadi jauh. Intinya sama saja dengan road race dong.

Model ruang bakar nat seperti ini dijumpai di motor-motor balap 2-tak zaman dulu. Ketika itu masih menggunakan Yamaha Force-1, Suzuki RG-Sport dan Satria 120 2-tak.

Kalau di motor 4-tak seperti di Honda Tiger 2000. Namun di road race, model ruang bakar seperti ini tidak disukai. Katanya tidak enak dipakai. Model ruang bakar seperti ini dipakai motor-motor drag Thailand. Seperti di Ya­ma­­ha Mio Tomo Speed Shop. 
(motorplus-online.com) 


Selengkapnya..