Showing posts with label pengapian. Show all posts
Showing posts with label pengapian. Show all posts
Tuesday, May 13, 2014
Salah Kaprah Seputar Pengapian di Mobil
Mobil-mobil produksi sekarang ini umumnya sudah dilengkapi dengan sistem pengapian yang canggih. Tujuannya, tentu berkaitan dengan efisiensi bahan bakar, tetapi tanpa mengorbankan performa.
Namun, kecanggihan sistem pengapian membuatnya semakin sulit diutak-atik. "Pabrikan sekarang sudah membuat sistem pengapian dengan presisi agar konsumsi bahan bakar kian efisien," jelas Taqwa SS, juragan bengkel Garden Speed di Jakarta Barat.
Akan tetapi, lanjutnya, untuk pemakaian harian, langkah memaksimalkan pengapian dengan komponen standar menjadi tidak begitu penting sehingga sistem pengapian langsung (direct fire) pada mobil-mobil sekarang jarang disentuh ketika akan di-upgrade.
Ada juga yang memaksimalkan pengapian dengan menggunakan komponen aftermarket. "Naiknya enggak banyak, palilng cuma 1 dk," ujar Dalvin dari CK Motorsport. Hal itu bisa terjadi bila kondisi mesin masih standar.
Supaya terhindar dari pengetahuan dan kebiasaan yang salah seputar pengapian, simak petunjuk di bawah ini.
1. Besarnya voltase bukan segalanya
Kemampuan koil untuk memproduksi voltase arus listrik akan membuat pembakaran maksimal dan efisien memang benar. Namun yang terpenting, time delivery-nya. "Time delivery adalah waktu yang diperlukan pada saat arus listrik mengalir dari koil sampai ke busi," ungkap Taqwa. Semakin singkat waktunya, Taqwa melanjutkan, semakin baik pembakaran pada mesin. Untuk sistem direct ignition, time delivery-nya sangat singkat karena arus listrik dari koil langsung dikirim ke busi. Adapun sistem yang tak langsung (indirect) masih membutuhkan distributor.
2. Jangan ganti busi sembarangan
Busi berperforma tinggi, yang diincar karakteristiknya, tidak jauh beda dengan busi aslinya. Ini seperti restriktor dan heat range-nya. Sampai meleset, kerja mesin akan terganggu. Sudah begitu, harganya yang berkisar Rp 50.000-Rp 100.000 per satuan tidak sesuai dengan peningkatan tenaga yang dihasilkan.
3. Pemakaian koil high performace
Untuk mesin mobil yang sudah menganut direct ignition bukan hal yang mutlak pakai koil high performance. Selain harga selangit, kemampuan koil standar sudah cukup, kalau kebutuhannya untuk harian. Lain hal kalau sudah dimodifikasi ekstrem, seperti aplikasi turbo. Sebabnya, pada tahap itu, suplai arus listrik dari koil standar terlalu kecil.
4. Volt stabilizer dan ground wiring
Pemakaian dua komponen ini tidak mendongkrak tenaga yang signifikan, tetapi tetap perlu dipakai. Fungsinya memaksimalkan kualitas pengapian lantaran arus listrik yang ada di mesin menjadi lebih stabil.
5. Pemasangan piggyback
Fungsinya bukan untuk utak-atik setelan mesin, tetapi juga bisa memaksimalkan sektor pengapian. Dengan pemakaian piggyback, waktu pengapian bisa disetel sesuai kebutuhan. Caranya, majukan waktu pengapian beberapa derajat. Efeknya, harus dibarengi dengan pemakaian bahan bakar yang lebih berkualitas. Jika tidak, mesin bisa ngelitik. (Tomo)
Kompas.com
Selengkapnya..
Namun, kecanggihan sistem pengapian membuatnya semakin sulit diutak-atik. "Pabrikan sekarang sudah membuat sistem pengapian dengan presisi agar konsumsi bahan bakar kian efisien," jelas Taqwa SS, juragan bengkel Garden Speed di Jakarta Barat.
Akan tetapi, lanjutnya, untuk pemakaian harian, langkah memaksimalkan pengapian dengan komponen standar menjadi tidak begitu penting sehingga sistem pengapian langsung (direct fire) pada mobil-mobil sekarang jarang disentuh ketika akan di-upgrade.
Ada juga yang memaksimalkan pengapian dengan menggunakan komponen aftermarket. "Naiknya enggak banyak, palilng cuma 1 dk," ujar Dalvin dari CK Motorsport. Hal itu bisa terjadi bila kondisi mesin masih standar.
Supaya terhindar dari pengetahuan dan kebiasaan yang salah seputar pengapian, simak petunjuk di bawah ini.
1. Besarnya voltase bukan segalanya
Kemampuan koil untuk memproduksi voltase arus listrik akan membuat pembakaran maksimal dan efisien memang benar. Namun yang terpenting, time delivery-nya. "Time delivery adalah waktu yang diperlukan pada saat arus listrik mengalir dari koil sampai ke busi," ungkap Taqwa. Semakin singkat waktunya, Taqwa melanjutkan, semakin baik pembakaran pada mesin. Untuk sistem direct ignition, time delivery-nya sangat singkat karena arus listrik dari koil langsung dikirim ke busi. Adapun sistem yang tak langsung (indirect) masih membutuhkan distributor.
2. Jangan ganti busi sembarangan
Busi berperforma tinggi, yang diincar karakteristiknya, tidak jauh beda dengan busi aslinya. Ini seperti restriktor dan heat range-nya. Sampai meleset, kerja mesin akan terganggu. Sudah begitu, harganya yang berkisar Rp 50.000-Rp 100.000 per satuan tidak sesuai dengan peningkatan tenaga yang dihasilkan.
3. Pemakaian koil high performace
Untuk mesin mobil yang sudah menganut direct ignition bukan hal yang mutlak pakai koil high performance. Selain harga selangit, kemampuan koil standar sudah cukup, kalau kebutuhannya untuk harian. Lain hal kalau sudah dimodifikasi ekstrem, seperti aplikasi turbo. Sebabnya, pada tahap itu, suplai arus listrik dari koil standar terlalu kecil.
4. Volt stabilizer dan ground wiring
Pemakaian dua komponen ini tidak mendongkrak tenaga yang signifikan, tetapi tetap perlu dipakai. Fungsinya memaksimalkan kualitas pengapian lantaran arus listrik yang ada di mesin menjadi lebih stabil.
5. Pemasangan piggyback
Fungsinya bukan untuk utak-atik setelan mesin, tetapi juga bisa memaksimalkan sektor pengapian. Dengan pemakaian piggyback, waktu pengapian bisa disetel sesuai kebutuhan. Caranya, majukan waktu pengapian beberapa derajat. Efeknya, harus dibarengi dengan pemakaian bahan bakar yang lebih berkualitas. Jika tidak, mesin bisa ngelitik. (Tomo)
Kompas.com
Wednesday, March 19, 2014
Gambar Sistem Pengapian


Baterai
pada sistem pengapian berfungsi sebagai sumber tenaga arus listrik.
Kunci kontak / ignition switch
berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dalam sistem pengapian


Koil
Koil berfungsi untuk memperbesar arus listrik dari baterai ke busi agar bisa menghasilkan percikan bunga api listrik.


Distributor
Distributor berfungsi untuk membagi arus listrik ke busi sesuai dengan urutan pengapian / Firing order ( FO )

Kabel tegangan tinggi
kabel tegangan tinggi berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari distributor ke busi

Busi
Busi berfungsi untuk mengubah aliran listrik menjadi percikan bunga api listrik yang berguna untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.



demikian tentang gambar sistem pengapian
Baca juga :
- gambar sistem starter
- gambar sistem pengisian
Jika bermanfaat harap di like ya, jika kurang lengkap tolong di kritik melalui comment agar nanti bisa saya perbaiki agar artikel ini tidak menyesatkan untuk orang lain.
Subscribe to:
Comments (Atom)