Showing posts with label performa. Show all posts
Showing posts with label performa. Show all posts

Tuesday, April 1, 2014

Mesin Berisik Performa Terusik

Saat service rutin (tune up) di bengkel, mekanik biasanya memeriksa setelan celah katup. Setelan katup harus selalu presisi. Celah antara kepala katup dan cam (rocker arm) harus sesuai dengan standar pabrik.

Setelan katup yang tidak tepat akan mempengaruhi kinerja mesin. Bila celah terlalu besar, pergerakan rocker arm akan berlebihan. Pergerakan yang berlebihan ini membuat persentuhan antara rocker arm dan katup berlangsung secara kasar. Sentuhan kasar itulah yang menimbulkan suara berisik di mesin. Terdengar suara tek... tek... tek ketika mesin di-akselerasi maupun di-deselerasi. Suaranya cukup mengganggu telinga.

Yang lebih buruk lagi bukan hanya terdengar suara aneh dari mesin. Setelan katup yang keliru akan mempengaruhi performa mesin. Tenaga mesin menjadi tidak sesuai dengan supply bahan bakar dan kecepatan mesin.

Hal ini terjadi mengingat fungsi celah katup sangat penting dalam mengatur berapa lama katup membuka dan menutup. Efek dari mekanisme ini adalah terjadinya pengaturan supply bahan bakar dan kelancaran keluarnya gas buang.

Bila bukaan katup buang (exhaust valve) tidak maksimal, otomatis proses keluarnya gas buang tidak lancar. Ganjalan terhadap keluarnya gas buang ini akan menghambat masuknya campuran bahan bakar dan udara yang baru. Begitu pula sebaliknya, apabila katup buang membuka terlalu lama, maka banyak campuran udara dan bahan bakar yang ikut terbuang percuma ke udara luar.

Gangguan-gangguan supply bahan bakar inilah yang pada akhirnya membuat performa mesin menurun, bahan bakar boros dan emisi gas buang kendaraan menjadi tidak ramah lingkungan.

Lalu, bagaimana mengatasi masalah pada setelan katup? Bagaimana pula supaya kita tidak mengalami kasus seperti di atas? Yang jelas, bila setelan katup tidak pas, solusinya adalah dengan melakukan penyetelan ulang.

Adapun sebelum merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghindari masalah setelan katup, kita perlu tahu dulu 3 tipe dan metode pengaturan celah katup yang umumnya diaplikasikan di mesin. Masing-masing tipe dan metode punya akar masalah dan cara pencegahan yang relatif berbeda. Ketiga metode celah katup tersebut adalah: katup dengan adjusting bolt & nut, katup dengan adjusting shim dan katup dengan hydraulic adjuster.

Pada tipe adjusting bolt, pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan penyetelan secara periodik. Yaitu, setiap melakukan engine tune up (setiap 10.000 km). Sementara tipe adjusting shim, penyetelan dilakukan apabila timbul bunyi saja, dengan cara mengganti shim. Saat tune up, biasanya mekanik hanya memeriksa celahnya saja. Yang lebih serius adalah tipe hydraulic adjuster. Pada tipe ini perlu overhaul hydraulic valve lifter unit bila setelan katup bermasalah dan terdengar bunyi aneh di mesin. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Sunday, March 30, 2014

Udara Tersumbat Performa Mesin Terhambat

Untuk terjadinya proses pembakaran, keberadaan oksigen (udara) sangat diperlukan. Itu sebabnya mobil juga dilengkapi saluran yang memungkinkan udara luar masuk ke ruang bakar sehingga bahan bakar dapat terbakar.

Pembakaran seperti inilah yang kemudian menghasilkan panas pada mesin. Suhu dan tekanan yang naik pada ruang bakar kemudian membuat mesin berputar. Selanjutnya putaran tersebut memunculkan daya dorong ke roda-roda penggerak.

Cuma, untuk sampai ke proses akhir perlu pembakaran yang sempurna. Diantara beberapa penyebab, faktor yang paling vital bagi terjadinya kesempurnaan proses pembakaran bahan bakar adalah perbandingan yang tepat antara campuran udara dan bahan bakar. Perbandingan berat atau volume bahan bakar dan udara harus sesuai dengan kondisi pengendaraan.

Secara teknis campuran yang tidak sempurna otomatis akan mempengaruhi performa mesin. Mekanik mengenal istilah campuran gemuk dan kurus. Disebut gemuk bila campuran lebih banyak bahan bakar. Kurus bila sebaliknya, udara yang lebih banyak. Akibatnya tenaga yang dihasilkan mesin menjadi tidak maksimal. Padahal, bahan bakar yang di-supply berlebihan. Pengendara akan merasakan mesin yang kurang responsif ketika pedal gas diinjak.

Untuk ini, pertama kali kita harus memberi perhatian ekstra pada setelan komposisi campuran bahan bakar dan udara. Setelannya harus tepat, khususnya pada kendaraan berbahan bakar bensin. (Solar tidak ada setelan campuran bahan bakar dan udara).

Kedua, jangan sampai ada yang menghambat udara masuk. Bisa saja ada kotoran atau debu menghalangi aliran masuk udara ke ruang bakar. Debu dan kotoran itu umumnya melekat mulai dari saringan udara sampai dengan katup throttle (karburator) maupun mesin (sistem bahan bakar injeksi).

Karena itu bila mesin terasa kurang responsif, oli mesin juga cepat kotor, segeralah periksa saringan udara. Bukan tak mungkin komponen yang memang potensial dipenuhi debu ini sudah sangat kotor dan butuh dibersihkan. Untuk mencegahnya lakukanlah pemeriksaan rutin dengan ketentuan: bersihkan saringan udara setiap 5.000 km; ganti saringan udara setiap 20.000 km. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..