Showing posts with label dalam. Show all posts
Showing posts with label dalam. Show all posts

Friday, April 18, 2014

Tiga Hal Penting dalam Menyikapi Sepeda Motor

Beberapa waktu lalu, sebuah stasiun radio di Jakarta pernah menyiarkan obrolan tentang otomotif. Pesertanya adalah club mobil dan motor. Suasana di studio mirip-mirip dengan situasi di jalan raya, panas. Karena yang dibahas kala itu adalah etika berkendara di jalan raya. Kedua belah pihak merasa lebih benar dari yang lain.

Memang, belum ada aturan formal yang memisahkan mana hal yang boleh, mana yang tidak saat sama-sama menggunakan jalan raya. Jadi, wajar bila kita sering mendengar (bahkan mengalami sendiri) betapa menyebalkannya pengguna jalan selain kita. Pengendara motor kesal karena jalannya terhalang bodi mobil. Pengendara mobil complain karena pengendara motor selap-selip.

Complain dan kekecewaan dalam berlalulintas sebetulnya sangat patut kita sikapi dengan serius. Sebab, di balik protes masalah etika berkendara sebenarnya ada concern untuk sama-sama menghindari terjadinya kecelakaan lalulintas.

Sayangnya, secara umum posisi pengendara mobil seringkali kurang diuntungkan. Andaipun penyebab kecelakaan adalah pengendara sepeda motor, kemungkinan besar pengendara mobil tetap diminta bertanggung jawab. Karena itu, tak ada salahnya jika pengendara mobil lebih waspada. Terutama, dengan memahami karakter pengendara motor.

Berikut ini ada rangkuman tips dari www.mass.gov dan www.dmv.ca.gov yang mungkin bisa Anda coba dalam menyikapi motor di jalan:

Perlu disadari motor merupakan kendaraan yang relatif kecil. Motor akan dengan mudahnya bermanuver, bahkan berguncang ketika melibas lubang, ataupun terpeleset karena melaju di jalan licin. Untuk itu, pengendara mobil —terutama yang berada di belakangnya-- akan lebih save jika tidak terlalu dekat. Berilah jarak minimal beberapa meter yang dapat memberi ruang bagi proses pengereman mobil.
Posisikan mobil sejajar dengan mobil di depan Anda. Sikap ini akan lebih bermanfaat ketimbang motor di sekitar Anda selap-selip memanfaatkan celah sempit.
Jangan lupa untuk melirik spion dan menyalakan lampu sein ketika berbelok. Keberadaan motor di belakang seringkali tak terprediksi. Tiba-tiba motor bisa berada di kanan-belakang atau kiri-belakang. Menurut situs mass.gov, tabrakan antara motor-mobil yang cukup sering terjadi adalah ketika mobil sedang berbelok. Motor yang berada di sisi belakang mobil—terutama yang sedang melaju kencang terkadang kurang sigap untuk melakukan pengereman. Akibatnya, motor akan membentur sisi mobil.
Demikianlah tiga hal penting dalam menyikapi pengendara motor. Semoga bermanfaat. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Monday, February 3, 2014

Mesin Pembakaran Dalam

mesin pembakaran dalamApa itu Mesin pembakaran dalam 

adalah sebuah mesin yang sumber tenaganya berasal dari pengembangan gas-gas panas bertekanan tinggi hasil pembakaran campuran bahan bakar dan udara, yang berlangsung di dalam ruang tertutup dalam mesin, yang disebut ruang bakar (combustion chamber). "Mesin pembakaran dalam" sendiri biasanya merujuk kepada mesin yang pembakarannya dilakukan secara berselang-seling. Yang termasuk dalam mesin pembakaran dalam adalah mesin empat tak dan mesin dua tak, dan beberapa tipe mesin lainnya, misalnya mesin enam tak dan juga mesin wankel. Selain itu, mesin jet dan beberapa mesin roket termasuk dalam mesin pembakaran dalam.

Mesin pembakaran dalam agak berbeda dengan mesin pembakaran luar (contohnya mesin uap dan mesin Stirling), karena pada mesin pembakaran luar, energinya tidak disalurkan ke fluida kerja yang tidak bercampur dengan hasil pembakaran. Fluida kerja ini dapat berupa udara, air panas, air bertekanan, atau cairan natrium yang dipanaskan di semacam boiler.

Sebuah mesin piston bekerja dengan membakar bahan bakar hidrokarbon atau hidrogen untuk menekan sebuah piston, sedangkan sebuah mesin jet bekerja dengan panas pembakaran yang mendorong bagian dalam nozzle dan ruang pembakaran, sehingga mendorong mesin ke depan.
Secara kontras, sebuah mesin pembakaran luar seperti mesin uap, bekerja ketika proses pembakaran memanaskan fluida yang bekerja terpisah, seperti air atau uap, yang kemudian melakukan kerja.
Mesin jet, kebanyakan roket dan banyak turbin gas termasuk dalam mesin pembakaran dalam, tetapi istilah "mesin pembakaran dalam" seringkali menuju ke "mesin piston", yang merupakan tipe paling umum mesin pembakaran dalam.

SEJARAH

Mesin pembakaran dalam ditemukan di Cina, dengan penemuan kembang api pada Dinasti Song. Mesin pembakaran dalam resiprokat (mesin piston) ditemukan oleh Samuel Morey yang menerima paten pada 1 April


Tipe mesin Pembakaran Dalam


Mesin dapat diklasifikasikan dalam banyak macam: siklus mesin yang digunakan, layout yang dipakai, sumber enerfi, penggunaan mesin, atau dari sistem pendinginnya.

Konfigurasi mesin
Mesin pembakaran dalam dapat dikelompokkan berdasarkan konfigurasinya.
Layout mesin yang umum adalah:
Mesin piston:
•Mesin dua-tak
•Mesin empat-tak
•enam-tak
•Mesin diesel
•Siklus Atkinson

Mesin rotari:
•Mesin Wankel

Pembakaran terus-menerus:
•Turbin gas
•Mesin jet (termasuk turbojet, turbofan, ramjet, Rocket, dll.)

Cara kerja mesin pembakaran dalam

Seperti namanya, mesin pembakaran dalam 4 tak mempunyai 4 tahap dasar yang terus diulangi setiap 2 putaran mesin:
(1) Siklus masukan
(2) Siklus kompresi
(3) Siklus pembakaran
(4) Sillus pembuangan

1. Siklus masukan: Siklus yang pertama dari mesin pembakaran dalam disebut dengan siklus masukan karena pada saat ini, posisi piston berpindah ke bawah silinder. Membukanya klep menyebabkan perubahan posisi piston, dan campuran bahan bakar yang sudah diuapkan memasuki ruang bakar. Di akhir siklus ini, klep masukan tertutup.

2. Siklus kompresi: Di siklus ini, kedua klep tertutup dan pistonnya kembali bergerak ke atas ke volume minimum, sehingga menekan campuran bahan bakar. Selagi proses penekanan, tekanan, suhu, dan kepadatan campuran bahan bakar meningkat.

3. Siklus pembakaran: Ketika pistonnya mencapai volume minimum, lalu busi akan memantikkan api lalu campuran bahan bakar pun terbakar. Terbakarnya bahan bakar ini memberikan tenaga pada piston sehingga piston kembali bergerak ke bawah dan menggerakkan crankshaft.

4. Siklus pembuangan: Di akhir siklus pembakaran, maka klep buang pun membuka. Selama siklus ini, pistonnya kembali bergerak ke atas menuju volume silinder minimum. Ketika klep buangan membuka, maka gas sisa pembakaran keluar dari silinder. Di akhir siklus ini, klep buangan menutup, klep masukan kembali membuka, dan siklus ini dimulai dari awal lagi.

Demikian artikel tentang mesin pembakaran dalam, semoga membantu
SUMBER : wikipedia.com
Selengkapnya..