Showing posts with label piston. Show all posts
Showing posts with label piston. Show all posts
Friday, April 25, 2014
Mau Bikin Motor Kencang Piston Jenong Banyak Diburu!
Piston atau seher ini memang menjadi jantung dari mesin, sehingga boleh dibilang ini adalah perangkat utama dapur pacu.
Makanya tak heran bagian ini jadi pusat perhatian para tuner. Banyak piston bisa digunakan untuk meningkatkan performa, mulai dari piston standar yang kapasitasnya lebih gede, hingga piston aftermarket yang memang dirancang untuk performa tinggi.
“Ada banyak piston di pasaran, mulai dari Izumi, LHK, Hispeed dan lainnya,” ungkap Marsell dari MC Racing di kawasan Kebon Jeruk IX, Jakbar. Piston-piston tadi ada yang disesuaikan dengan diameter standar ada pula yang memiliki diameter lebih besar, alias bore-up.
Begitu pun fasilitas yang ditawarkan produk-produk tersebut juga berbeda-beda. Ada yang menawarkan sekadar pistonnya saja ada pula yang menjual komplet set, berikut ring piston dan pen pistonnya.
“Misalkan Hispeed, ada yang dijual komplet dengan ring dan pen piston, sementara Kitaco pistonnya saja,” ungkap Dodo dari Dodo Racing di Ciledug Raya, Tangerang, Banten. Jadi pilihan pun bermacam-macam soal kelengkapannya.
Makanya tak heran bagian ini jadi pusat perhatian para tuner. Banyak piston bisa digunakan untuk meningkatkan performa, mulai dari piston standar yang kapasitasnya lebih gede, hingga piston aftermarket yang memang dirancang untuk performa tinggi.
“Ada banyak piston di pasaran, mulai dari Izumi, LHK, Hispeed dan lainnya,” ungkap Marsell dari MC Racing di kawasan Kebon Jeruk IX, Jakbar. Piston-piston tadi ada yang disesuaikan dengan diameter standar ada pula yang memiliki diameter lebih besar, alias bore-up.
Begitu pun fasilitas yang ditawarkan produk-produk tersebut juga berbeda-beda. Ada yang menawarkan sekadar pistonnya saja ada pula yang menjual komplet set, berikut ring piston dan pen pistonnya.
“Misalkan Hispeed, ada yang dijual komplet dengan ring dan pen piston, sementara Kitaco pistonnya saja,” ungkap Dodo dari Dodo Racing di Ciledug Raya, Tangerang, Banten. Jadi pilihan pun bermacam-macam soal kelengkapannya.
Coakan klep untuk modifikasi bisa di reamer ulang | Ada yang dilengkapi dengan teflon di sisi piston |
Piston hi-dome alias jenong kompresi lebih tinggi | Ring piston dan pen piston tak semua dijual dengan piston |
Begitu juga kontur pistonnya, ada yang hi dome alias jenong ada pula biasa saja kontur atas pistonnya. Diameter piston pun sama, beragam pula jenisnya. Yang ingin menggunakan diameter piston standar pun ada, meski sudah hi dome.
Nah, ketika sudah ingin mengaplikasi piston ini, tentu ada yang harus dilakukan dulu pada komponen-komponen penunjang lainnya. Seperti ketika pilihan pada piston jenong yang dijual tanpa ring dan pen piston, perlu biaya tambahan.
Dodo mengatakan, ring piston rata-rata dijual dengan kisaran harga Rp 70 ribu, lantas pen piston Rp 30 ribu. kemudian kalau diameter piston diperbesar, tentunya perlu siapkan dana tambahan untuk korter sekitar Rp 25 ribu, begitu pun ketika harus mengganti boring, rata-rata dijual Rp 125 ribu.
Nah, ketika sudah ingin mengaplikasi piston ini, tentu ada yang harus dilakukan dulu pada komponen-komponen penunjang lainnya. Seperti ketika pilihan pada piston jenong yang dijual tanpa ring dan pen piston, perlu biaya tambahan.
Dodo mengatakan, ring piston rata-rata dijual dengan kisaran harga Rp 70 ribu, lantas pen piston Rp 30 ribu. kemudian kalau diameter piston diperbesar, tentunya perlu siapkan dana tambahan untuk korter sekitar Rp 25 ribu, begitu pun ketika harus mengganti boring, rata-rata dijual Rp 125 ribu.
| Daftar harga Piston | |
| FIM | 150 ribu |
| Hispeed | 400 ribu (piston kit) |
| NPP | 130 ribu (Hi-dome) |
| 90 ribu (Biasa) | |
| Kitaco | 250 ribu |
| BMI | 100 ribu |
| Trim | 150 ribu |
| Izumi | 175 ribu |
| BRT | 150 ribu |
| LHK | 400-1,3 juta |
Sunday, April 6, 2014
Ring Piston Bermasalah Bikin Mesin Payah
Performa mesin adalah salah satu perhatian penting para pengendara. Paling enak, begitu gas diinjak dapur pacu mobil merespon dengan amat maksimal. Pengendara pasti mengeluh bila mesin terasa tak bertenaga. Bukan hanya karena mesin payah, tapi praktis gejala semacam ini juga menunjukkan konsumsi bahan bakar yang boros.
Pada umumnya, salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah adanya kebocoran kompresi mesin. Kompresi yang normal akan menghasilkan tenaga mesin yang maksimal. Kompresi menjadi tidak normal ketika terdapat kebocoran. Kebocoran dapat menyebabkan kompresi mesin menurun sehingga output yang dihasilkan mesin pun kecil.
Diantara beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran adalah kerusakan pada ring piston. Komponen yang terletak di dalam mesin ini dapat tergores (aus), atau kotor. Hubungan antara kondisi ring piston dan kebocoran mesin sangat kuat mengingat ring piston memegang peranan penting dalam menjaga kerapatan antara piston dan dinding silinder.
Dengan kerapatan ini, ring piston akan mencegah terlalu banyaknya campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang oli. Ini perlu dicegah karena bila terlalu banyak masuk ke ruang oli, akan menyebabkan tekanan kompresi mesin menurun.
Nah, bila merasakan tenaga mesin yang lemah disertai gejala-gejala seperti di atas, maka coba fokuskan perhatian ke masalah kompresi. Caranya:
Lakukan tes tekanan kompresi. Ada alat khusus yang bisa digunakan yang bisa menunjukkan standar tekanan kompresi yang diijinkan oleh masing-masing kendaraan. Bila tekanan kompresi ternyata di bawah standar, langkah selanjutnya adalah menemukan penyebab masalah kompresi.
Hubungan antara kompresi dan kerusakan ring piston dapat diketahui dengan cara menambahkan oli ke dalam silinder pada saat melakukan tes kompresi. Tes ini perlu dilakukan mengingat penyebab kompresi bocor tidak hanya kerusakan pada ring piston. Bisa juga disebabkan oleh seal katup dan katupnya aus; paking silinder head (gasket) tidak dapat merapatkan blok silinder dan silinder head. Apabila, kompresi naik setelah ditambahkan oli, maka penyebab utamanya hanya dua: dinding silinder dan ring piston.
Bila sudah terbukti ring piston rusak, solusi satu-satunya adalah overhaul.
Sebetulnya, masalah di atas dapat kita hindari. Yaitu, dengan melakukan perawatan rutin. Terutama, yang terkait dengan oli mesin dan sistem pendinginan mesin (air radiator). Oli harus diperiksa dan diganti secara rutin. Pergantian oli tergantung pada tipe yang digunakan. Bisa setiap 5.000 km, 10.000 km dst. Tergantung rekomendasi produsen oli. Kuantitas dan kualitas oli juga harus diperiksa. Harus diantara garis E – F. Lebih save bila berada di posisi F.
Begitu juga air radiator. Kuantitas dan kulitasnya harus dijaga. Jangan sampai timbul korosi berlebihan yang dapat menghambat proses pendinginan mesin. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Pada umumnya, salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah adanya kebocoran kompresi mesin. Kompresi yang normal akan menghasilkan tenaga mesin yang maksimal. Kompresi menjadi tidak normal ketika terdapat kebocoran. Kebocoran dapat menyebabkan kompresi mesin menurun sehingga output yang dihasilkan mesin pun kecil.
Diantara beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran adalah kerusakan pada ring piston. Komponen yang terletak di dalam mesin ini dapat tergores (aus), atau kotor. Hubungan antara kondisi ring piston dan kebocoran mesin sangat kuat mengingat ring piston memegang peranan penting dalam menjaga kerapatan antara piston dan dinding silinder.
Dengan kerapatan ini, ring piston akan mencegah terlalu banyaknya campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang oli. Ini perlu dicegah karena bila terlalu banyak masuk ke ruang oli, akan menyebabkan tekanan kompresi mesin menurun.
Nah, bila merasakan tenaga mesin yang lemah disertai gejala-gejala seperti di atas, maka coba fokuskan perhatian ke masalah kompresi. Caranya:
Lakukan tes tekanan kompresi. Ada alat khusus yang bisa digunakan yang bisa menunjukkan standar tekanan kompresi yang diijinkan oleh masing-masing kendaraan. Bila tekanan kompresi ternyata di bawah standar, langkah selanjutnya adalah menemukan penyebab masalah kompresi.
Hubungan antara kompresi dan kerusakan ring piston dapat diketahui dengan cara menambahkan oli ke dalam silinder pada saat melakukan tes kompresi. Tes ini perlu dilakukan mengingat penyebab kompresi bocor tidak hanya kerusakan pada ring piston. Bisa juga disebabkan oleh seal katup dan katupnya aus; paking silinder head (gasket) tidak dapat merapatkan blok silinder dan silinder head. Apabila, kompresi naik setelah ditambahkan oli, maka penyebab utamanya hanya dua: dinding silinder dan ring piston.
Bila sudah terbukti ring piston rusak, solusi satu-satunya adalah overhaul.
Sebetulnya, masalah di atas dapat kita hindari. Yaitu, dengan melakukan perawatan rutin. Terutama, yang terkait dengan oli mesin dan sistem pendinginan mesin (air radiator). Oli harus diperiksa dan diganti secara rutin. Pergantian oli tergantung pada tipe yang digunakan. Bisa setiap 5.000 km, 10.000 km dst. Tergantung rekomendasi produsen oli. Kuantitas dan kualitas oli juga harus diperiksa. Harus diantara garis E – F. Lebih save bila berada di posisi F.
Begitu juga air radiator. Kuantitas dan kulitasnya harus dijaga. Jangan sampai timbul korosi berlebihan yang dapat menghambat proses pendinginan mesin. (Source : AstraWorld)
Subscribe to:
Comments (Atom)