Showing posts with label ramah. Show all posts
Showing posts with label ramah. Show all posts
Sunday, April 20, 2014
Gaya Berkendara yang Hemat dan Ramah Lingkungan
Upaya menghemat bahan bakar kendaraan tidak selalu harus melalui pengaplikasian teknologi modern pada mobil yang kita gunakan. Cara yang lebih sederhana dan dimulai dari diri para pengemudi sendiri juga banyak pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar. Dengan eco driving, misalnya.
Melalui eco driving, ada dua efek besar yang akan diperoleh pengendara. Pertama, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih irit. Konsumsi BBM yang irit otomatis akan mempengaruhi belanja BBM. Kedua, dari segi teknis eco driving mendukung terjadinya proses pembakaran bahan bakar yang sempurna. Pembakaran yang sempurna dapat menekan emisi gas buang yang keluar dari knalpot kendaraan. Itu sebabnya, eco driving juga identik dengan gaya berkendara yang ramah lingkungan.
Seperti apakah gaya berkendara yang hemat dan ramah lingkungan? Berikut ini hal-hal yang dapat kita praktekkan:
1. Hindari menginjak pedal gas dengan cara menghentak
Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan diisap/di-supply ke ruang bakar juga terlalu banyak. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan karena bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, melainkan ikut terbuang ke udara luar lewat knalpot.
2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan
Saat memindahkan gigi persneling, alangkah baiknya pada RPM yang sesuai spesifikasi kendaraan. Spesifikasi ini dapat dilihat pada buku manual kendaraan. Di brosur mobil yang disebarkan dealer biasanya juga terpampang keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum dalam satuan kgm/rpm) dan output maximum (dalam satuan Kw/rpm). Selain itu, satu kebiasaan lain yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah menurunkan kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya pindahkan gigi perseneling ke posisi yang lebih rendah.
3. Servis berkala dan uji emisi
Boros atau tidaknya konsumsi BBM juga ditentukan oleh kondisi komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/ kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Lakukan perawatan mesin secara rutin. Periksa juga emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan gas buang menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna. Perhatikan juga komponen-komponen pada penggerak roda seperti kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen penggerak roda ini aus atau rusak, akan menyebabkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil terbuang percuma.
4. Perhatikan beban mesin
Faktor lain yang menentukan konsumsi BBM adalah beban yang harus ditanggung mesin. Usahakan tidak mengangkut muatan yang tidak diperlukan (overload), karena semakin berat beban, semakin besar konsumsi BBM. Begitu juga dengan AC. Atur temperatur AC yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan, karena kompresor AC memberikan beban yang cukup besar bagi mesin.
5. Perencanaan dalam berkendara
Yang tidak boleh dilupakan adalah kemampuan pengendara untuk mengantisipasi dan menghindari kemacetan. Rencanakan perjalanan sebelum mengendarai mobil. Sebab, berkendara di tengah kemacetan sangat tidak efektif dan boros BBM.
Coba praktekkan kelima hal di atas. Lalu bandingkan konsumsi BBM-nya dengan gaya berkendara Anda sebelumnya.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Melalui eco driving, ada dua efek besar yang akan diperoleh pengendara. Pertama, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih irit. Konsumsi BBM yang irit otomatis akan mempengaruhi belanja BBM. Kedua, dari segi teknis eco driving mendukung terjadinya proses pembakaran bahan bakar yang sempurna. Pembakaran yang sempurna dapat menekan emisi gas buang yang keluar dari knalpot kendaraan. Itu sebabnya, eco driving juga identik dengan gaya berkendara yang ramah lingkungan.
Seperti apakah gaya berkendara yang hemat dan ramah lingkungan? Berikut ini hal-hal yang dapat kita praktekkan:
1. Hindari menginjak pedal gas dengan cara menghentak
Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan diisap/di-supply ke ruang bakar juga terlalu banyak. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan karena bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, melainkan ikut terbuang ke udara luar lewat knalpot.
2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan
Saat memindahkan gigi persneling, alangkah baiknya pada RPM yang sesuai spesifikasi kendaraan. Spesifikasi ini dapat dilihat pada buku manual kendaraan. Di brosur mobil yang disebarkan dealer biasanya juga terpampang keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum dalam satuan kgm/rpm) dan output maximum (dalam satuan Kw/rpm). Selain itu, satu kebiasaan lain yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah menurunkan kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya pindahkan gigi perseneling ke posisi yang lebih rendah.
3. Servis berkala dan uji emisi
Boros atau tidaknya konsumsi BBM juga ditentukan oleh kondisi komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/ kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Lakukan perawatan mesin secara rutin. Periksa juga emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan gas buang menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna. Perhatikan juga komponen-komponen pada penggerak roda seperti kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen penggerak roda ini aus atau rusak, akan menyebabkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil terbuang percuma.
4. Perhatikan beban mesin
Faktor lain yang menentukan konsumsi BBM adalah beban yang harus ditanggung mesin. Usahakan tidak mengangkut muatan yang tidak diperlukan (overload), karena semakin berat beban, semakin besar konsumsi BBM. Begitu juga dengan AC. Atur temperatur AC yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan, karena kompresor AC memberikan beban yang cukup besar bagi mesin.
5. Perencanaan dalam berkendara
Yang tidak boleh dilupakan adalah kemampuan pengendara untuk mengantisipasi dan menghindari kemacetan. Rencanakan perjalanan sebelum mengendarai mobil. Sebab, berkendara di tengah kemacetan sangat tidak efektif dan boros BBM.
Coba praktekkan kelima hal di atas. Lalu bandingkan konsumsi BBM-nya dengan gaya berkendara Anda sebelumnya.(Source : AstraWorld)
Labels:
berkendara,
dan,
gaya,
hemat,
lingkungan,
ramah,
yang
Sunday, February 2, 2014
Macam macam Mobil Murah Ramah Lingkungan
Sudah bukan rahasia lagi jika respon dan animo masyarakat terhadap kehadiran mobil murah ramah lingkungan (Green Car) di Tanah Air sangatlah tinggi. Fakta tersebut dapat dibuktikan dengan besarnya minat masyarakat terhadap mobil jenis ini. Kondisi pasar yang baik tersebut tentu tidak akan disia-siakan oleh sebagian besar produsen – produsen mobil papan atas di Indonesia seperti toyota, honda, daihatsu ataupun podusen mobil lainnya. Hal tersebut tercermin dari keseriusan mereka dalam memproduksi mobil – mobil dengan berlabel murah dan ramah lingkungan ini.


Apa saja macam-macam mobil murah dan ramah lingkungan tersebut?
Hingga kini, sudah cukup banyak macam-macam mobil murah ramah lingkungan yang telah berhasil diproduksi oleh para produsen mobil tanah air. Jadi anda tidak perlu khawatir, sebab ada banyak pilihan untuk kategori mobil murah ramah lingkungan ini di pasaran yang dapat anda pilih sesuai dengan selera anda. Sebut saja seperti Brio Satya dari honda, Agya dari Toyota, Ayla dari Daihatsu, Karimun Wagon R dari Suzuki, Datsun Go dan Datsun Go+ dari Nissan.
Lalu, mana dari mobil-mobil murah ramah lingkungan tersebut yang paling banyak diminati atau paling laris?
Jika berbicara mana yang paling banyak diminati dari mobil-mobil murah ramah lingkungan tersebut, mungkin yang berada di daftar teratas adalah Daihatsu Ayla (Simak Spesifikasi Daihatsu Ayla). Mengapa? Sebab, hingga kini mobil keluaran daihatsu yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 76 juta hingga Rp 99ini sudah mampu membukukan pesanan sebanyak lebih dari 15 ribu unit.
Posisi kedua ditempati oleh mobil kembarannya yakni Toyota Agya (simak ulasan mengenai spesifikasi Toyota Agya). Mobil murah ramah lingkungan yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 99 juta – Rp 120 jutaan ini sudah mampu mendapatkan pesanan dari para konsumen sebanyak 15 ribu unit. Angka tersebut sedikit berada di bawah jumlah pesanan mobil daihatsu ayla.
Posisi ketiga ditempati oleh Brio Satya dari Honda. Pihak honda mengklaim jika hingga saat ini pesanan terhadap mobil yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 106 – Rp 117 jutaan ini telah mencapai 4360 unit. Salah satu nilai plus dari mobil Honda Brio Satya ini adalah keberhasilannya menyabet gelar favourite car 2013 pada IIMS 2013 (lihat spesifikasi honda brio satya).
Posisi Keempat ditempati oleh Karimun Wagon R dari Suzuki. Mobil ramah lingkungan yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 77 juta hingga Rp 99,9 jutaan ini telah berhasil mencatatkan pesanan sebanyak 461 unit pada IIMS 2013.
Posisi yang terakhir mungkin anda sudah bisa menebak, Yups posisi ini ditempati oleh mobil murah ramah lingkungan dari Nissan yakni Datsun Go dan Datsun Go+. Sebenarnya kurang fair jika menempatkan mobil ini di daftar terakhir mobil murah ramah lingkungan yang paling banyak diminati. Mengapa? Sebab sebenarnya mobil ini masih belum dilepas ke pasaran Indonesia, malah acara perkenalanya baru dilakukan pada bulan september lalu. Rencananya, mobil keluaran Nissan ini aka mulai di pasarkan di Indonesia pada awal tahun 2014 mendatang dengan banderol harga kurang dari Rp 100 juta.
Subscribe to:
Comments (Atom)