Showing posts with label terendam. Show all posts
Showing posts with label terendam. Show all posts

Friday, April 11, 2014

Usahakan Pompa Elektrik Selalu Terendam Bensin

Berikut ini peringatan kecil bagi pemilik kendaraan yang sistem bahan bakarnya menggunakan pompa bensin elektrik. Bila tangki bensin mobil Anda dilengkapi komponen yang satu ini, alangkah baiknya bila segera mengisi bensin ketika lampu indikator bahan bakar menyala.

Jadi, bila saat berkendara tiba-tiba lampu indikator bahan bakar sudah mulai menyala, jangan lewatkan SPBU yang terlihat. Menepi saja dulu, lalu tambahkan bahan bakar. Bukan sekadar mencegah kehabisan bahan bakar di perjalanan, alasan di balik kebiasaan ini adalah agar pompa bensin elektrik di tangki bensin selalu dalam keadaan terendam bensin.

Keadaan terendam bensin jauh lebih baik bagi pompa elektrik. Sebab, selain sebagai penyuplai utama terjadinya pembakaran, ternyata bensin juga bisa menjadi pendingin. Dengan terendam, pompa bensin elektrik terlindungi dari lingkungan yang bersuhu tinggi (panas) di tangki bahan bakar.

Pada kasus yang ekstrem, dengan membiarkan tangki kurang bensin bahkan bisa mengakibatkan pompa elektrik korslet, sehingga rusak dan tidak bisa bekerja sama sekali. Ya, panas dan korsleting mungkin saja terjadi mengingat saat bekerja pompa bensin membutuhkan arus listrik.

Keuntungan lain bila kita selalu menjaga kuantitas bahan bakar di tangki adalah terhindarnya tangki dari ancaman korosi. Seperti pernah AstraWorld ulas pada edisi sebelumnya, bahwa tangki yang kosong otomatis akan mengundang udara luar masuk.

Interaksi antara udara dan bensin inilah yang kemudian dapat mengakibatkankan korosi (karat) pada dinding-dinding tangki. Karat ini lama kelamaan akan menumpuk dan bercampur dengan bahan bakar. Dan ketika mengalir ke ruang bakar, pada suatu ketika tumpukan kotoran tersebut dapat menyumbat aliran bahan bakar. Selanjutnya, supply bahan bakar ke ruang bakar akan terganggu.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Friday, April 4, 2014

Jika Terendam Banjir Saat Parkir

Banjir yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu tidak hanya “memakan” mobil-mobil yang tengah melaju di jalan raya. Mobil yang tengah diparkir pun musti waspada efek buruk banjir. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah rem tangan macet (mengunci).

Gejalanya, ketika rem tangan dibebaskan ternyata roda masih terjepit. Mobil pun sulit bergerak. Jika kendaraan dipaksa untuk maju maupun mundur, roda terasa sangat berat. Bahkan roda terasa tidak bisa berputar.

Jika mengalami kejadian seperti ini, penanganannya sederhana saja. Bebaskan tuas rem tangan dan coba paksakan supaya kendaraan bergerak maju maupun mundur. Bila gangguannya tidak terlalu berat, mestinya roda akan terbebas. Dan biasanya, terdengar bunyi hentakan yang cukup keras seperti bunyi “dak”. Bunyi ini berasal dari roda belakang, tepatnya dari dalam tromol rem akibat kampas sepatu rem yang dipaksa terbebas dari tromol.

Namun, jika bunyi hentakan itu tidak kunjung terdengar dan roda tetap tidak bisa berputar, hentikan langkah di atas. Berarti kasus rem tangan lengket di mobil Anda harus diatasi dengan cara membongkar. Angkat dan buka kedua roda belakang, lalu perhatikan tromol rem. Dalam kondisi tuas rem dibebaskan, tromol rem tidak bisa berputar (seharusnya tromol dalam kondisi terbebas). Ini menunjukkan posisi kampas rem belakang lengket dengan tromolnya.

Cara mengatasi kampas yang lengket adalah dengan memberikan getaran (hentakan) pada permukaan tromol. Ini dapat dilakukan dengan memukul tromol rem dengan palu. Tujuannya supaya daya rekat kampas rem berkurang, sehingga lama kelamaan kampas rem akan terbebas.

Apabila tromol rem sudah terbebas, jangan lupa pula untuk melihat kondisi sepatu rem. Kondisi sepatu rem yang masih laik pakai bisa diketahui dari ketebalan kampas yang minimal 1 milimeter. Daya rekat kampas terhadap rem juga terasa masih kuat. Jika kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, ganti sepatu rem dengan yang baru. Dalam beberapa hal kasus, putaran roda yang terasa berat juga memang dipicu oleh sepatu rem yang terlepas dari dudukannya.

Pada umumnya, rem tangan lengket terjadi karena ada air masuk ke permukaan tromol. Baik karena melibas genangan maupun karena kendaraan memang terendam banjir. Efek air masuk ini makin buruk jika kendaraan langsung diparkir dan rem tangan diaktifkan. Sebab, sepatu rem yang mengering dalam keadaan aktif (menjepit), biasanya akan tetap menempel dengan tromol (lengket). Inilah yang memicu ban macet meskipun rem tangan dibebaskan.

Untuk menghindari kasus seperti ini, sebaiknya jika hendak parkir dalam waktu berhari-hari, pastikan permukaan rem kering. Atau jika tidak memungkinkan, jangan menggunakan rem tangan. Cukup dengan memarkir mobil dalam kondisi gigi persneleng masuk gigi (pada kendaraan menggunakan transmisi otomatis cukup dengan memindahkan tonggak pada posisi P). (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..