Showing posts with label saat. Show all posts
Showing posts with label saat. Show all posts

Sunday, May 11, 2014

Tips Saat Rem Blong Atau Macet

Terkadang saat kita berkendara, ada hal-hal yang tidak kita kehendaki seperti rem kendaraan kita mengalami macet atau blong. Bila hal itu terjadi akan membahayaka diri kita sendiri maupun pengendara lain.

Berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan saat mengalami rem macet atau blong :

Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4, 4-3, 3-2, 2-1).
Setelah kecepatan kendaraan berkurang, lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan.
Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk membantu menghentikan kendaraan.
Selengkapnya..

Friday, April 11, 2014

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Accu

Jika mesin mobil mulai sering sulit di-start, lampu-lampu juga tampak lebih redup dari biasanya, atau suara klakson tidak senyaring sebelumnya, ini adalah tanda-tanda telah terjadi masalah dengan sistem kelistrikan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah accu (baterai) soak sehingga tidak dapat bekerja secara optimal.

Coba ingat-ingat lagi usia accu mobil Anda. Jika sudah lebih dari dua tahun, bisa dipastikan kasus di atas memang terjadi karena accu yang sudah lemah. Rata-rata, usia pakai accu adalah dua tahun. Bahkan ada accu yang hanya bisa bertahan setahun saja. Untuk mengatasi kasus seperti di atas harus ganti accu lama dengan accu baru.

Tapi jangan asal beli. Minimal, ada beberapa point penting yang harus kita perhatikan saat membeli accu baru:

Pertama, kapasitas. Kapasitas accu ditandai dengan satuan ampere. Kapasitas accu harus sesuai dengan kapasitas standar kendaraan. Untuk mengetahui kapasitas standar mobil dapat dilihat di buku manual.

Sementara keterangan mengenai kapasitas accu bisa dibaca di bagian atas accu. Misalnya, tertulis kode: NS40Z, NS50, atau N40 dsb. Angka di tengah menunjukkan ampere maksimum pada accu tersebut.

Kedua, tegangan accu. Tegangan ditandai dengan satuan voltage (volt). Tegangan juga harus sesuai dengan tegangan standar pada kendaraan. Angka ini juga bisa dilihat di buku manual. Pada kendaraan non truk pada umumnya menggunakan accu bertegangan 12 volt. Jika membeli accu yang voltage-nya lebih besar dari standar, dapat menyebabkan beberapa komponen terbakar (putus).

Ketiga, perhatikan posisi terminal (pull). Ada dua tipe: pertama accu yang terminal positif (+) terletak di kanan, satu lagi yang terminal positifnya terletak di kiri. Jangan sampai terbalik. Accu yang terminal posifitnya ada di kiri ditandai dengan kode "L" (left) yang tertera di ujung kode kapasitas accu. Misalnya, NS40ZL.

Satu hal lagi yang banyak dilupakan para pengendara adalah, mereka biasanya langsung memasang accu baru ke kendaraan. Sebelum dipasang sebaiknya isi accu baru dengan accuzurr (cairan elektrolit), tunggu sekitar 20-30 menit kemudian baru pasang di kendaraan. Langkah ini perlu dilakukan agar reaksi kimia yang terjadi menghasilkan tegangan secara optimal. Langkah ini juga bermanfaat dalam memperpanjang usia pakai accu. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Wednesday, April 9, 2014

Mengetahui Isi Minyak Rem Saat Handbrake Beroperasi

Sebagai pengendara kita tentu familiar dengan handbrake (rem tangan). Komponen ini kita operasikan tatkala kita memarkir kendaraan dan meninggalkannya di suatu tempat. Handbrake akan mengunci roda sehingga tidak dapat berputar ke depan maupun ke belakang.

Saat mengoperasikan handbrake, coba perhatikan dashboard. Yang normal, ketika tuas handbrake kita tarik, maka lampu indikator akan menyala. Lampu indikator handbrake ini akan mati kembali ketika handbrake tidak diaktifkan.

Maka, jangan anggap remeh ketika Anda menemukan lampu indikator yang menyala terus meskipun rem tangan tidak kita operasikan. Lampu indikator handbrake yang tetap menyala meskipun tidak dioperasikan adalah petunjuk bahwa Anda harus segera memeriksa minyak rem. Kemungkinan besar kuantitas cairan yang sangat vital dalam sistem rem tersebut berkurang. Baik karena kebocoran maupun karena terjadinya keausan kanvas rem.

Pada beberapa produk, pabrikan mobil sebenarnya sudah memberikan keterangan mengenai hubungan indikator minyak rem dan handbrake di manual book agar pengendara dapat mengambil langkah tepat, tidak panik dan bingung. Dan yang lebih penting, agar kendaraan tidak mengalami kerusakan lebih parah. Pabrikan menempatkan pengukur permukaan minyak rem dan menghubungkannya dengan mekanisme kerja handbrake.

Kuantitas minyak rem di tangki reservoir memang harus diperhatikan. Tangki reservoir ini terletak di master silinder. Segera tambahkan bila permukaan minyak rem berada jauh di bawah tanda “MIN”. Kemudian lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kebocoran pada sistem rem.

Salah satu gangguan yang dapat muncul ketika kuantitas minyak rem di bawah batas toleransi adalah masuknya udara palsu. Hati-hati bila sistem rem kendaraan Anda mengalami kasus seperti ini. AstraWorld pernah mengulas pada tips and trick edisi sebelum ini. Udara palsu dapat membuat sistem rem tidak bekerja dengan baik. Udara yang “terjebak” dalam sistem rem akan menghalangi penerusan gaya tekan dari pedal rem menuju ke roda-roda. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Saturday, April 5, 2014

Kolong Mobil Berisik Saat Pedal Rem Diinjak

Semoga saja mobil Anda tidak seperti kasus ini. Bersamaan dengan injakan ke pedal rem terdengar suara-suara berisik dan aneh. Seperti ada logam atau besi-besi yang akan lepas akibat saling bergesekan. Sebagai pengendara kita akan terganggu. Kebanyakan pengendara akan cemas kalau-kalau suara itu menandakan ada komponen yang memang akan copot.

Tak hanya saat ngerem. Kegaduhan sejenis pun biasanya terjadi ketika mobil kita ajak melibas jalan keriting (bergelombang). Kasus seperti ini terutama dialami mobil-mobil jenis MPV.

Bunyi-bunyi tersebut memang muncul akibat adanya logam yang saling bergesekan. Bila menemukan kasus ini, jangan diamkan saja. Bukan hanya mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga dapat mengakibatkan kerusakan lebih serius: logam-logam yang bergesekan itu akan cepat aus. Efek selanjutnya adalah gangguan terhadap kestabilan kemudi.

Dilihat dari gejalanya, kasus ini membawa kita untuk memperhatikan komponen-komponen di sistem suspensi. Terutama, strut bar, karet dan bushing. Seluruh komponen yang memang terletak di kolong mobil ini berfungsi menjaga kesimetrisan roda depan.

Strut bar berperan dalam menjaga agar as roda hanya bergerak ke atas dan ke bawah (mengikuti arm atau lengan ayun), bukan maju mundur. Biasanya, suara-suara berisik itu muncul karena kurangnya pelumasan pada penahan ujung strut bar yang terletak pada sasis mobil.

Saat ngerem, maka akan terjadi daya dorong dari belakang ke depan. Body kendaraan masih terdorong ke depan sedangkan roda depan tertahan oleh rem. Strut bar yang berfungsi menyelaraskan dua gaya ini akan bekerja dan menimbulkan bunyi bila dudukannya kurang pelumasan.

Begitu pula ketika melibas jalan bergelombang. Jalan yang tidak mulus membuat body kendaraan berayun-ayun lebih ekstrim, yang juga memicu strut bar bekerja lebih keras. Pergeseran ini otomatis akan menimbulkan gesekan.

Solusinya sangat mudah. Apabila belum sampai aus, Anda cukup menambahkan pelumasan (greasing) pada karet-karet dan bushing strut bar. Caranya, lepas mur pengencang beserta karet peredamnya. Kemudian masukkan grease pada sela-sela strut bar, bushing dan dudukannya.

Apabila keausan sudah parah (biasanya terjadi pada kendaraan lama), maka ganti karet, bushing serta berilah grease pada saat memasang kembali. Apabila Anda mengganti karet dan bushing strut bar maka lakukan spooring ulang agar kestabilan dalam berkendara dan ban depan lebih awet.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Friday, April 4, 2014

Jika Terendam Banjir Saat Parkir

Banjir yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu tidak hanya “memakan” mobil-mobil yang tengah melaju di jalan raya. Mobil yang tengah diparkir pun musti waspada efek buruk banjir. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah rem tangan macet (mengunci).

Gejalanya, ketika rem tangan dibebaskan ternyata roda masih terjepit. Mobil pun sulit bergerak. Jika kendaraan dipaksa untuk maju maupun mundur, roda terasa sangat berat. Bahkan roda terasa tidak bisa berputar.

Jika mengalami kejadian seperti ini, penanganannya sederhana saja. Bebaskan tuas rem tangan dan coba paksakan supaya kendaraan bergerak maju maupun mundur. Bila gangguannya tidak terlalu berat, mestinya roda akan terbebas. Dan biasanya, terdengar bunyi hentakan yang cukup keras seperti bunyi “dak”. Bunyi ini berasal dari roda belakang, tepatnya dari dalam tromol rem akibat kampas sepatu rem yang dipaksa terbebas dari tromol.

Namun, jika bunyi hentakan itu tidak kunjung terdengar dan roda tetap tidak bisa berputar, hentikan langkah di atas. Berarti kasus rem tangan lengket di mobil Anda harus diatasi dengan cara membongkar. Angkat dan buka kedua roda belakang, lalu perhatikan tromol rem. Dalam kondisi tuas rem dibebaskan, tromol rem tidak bisa berputar (seharusnya tromol dalam kondisi terbebas). Ini menunjukkan posisi kampas rem belakang lengket dengan tromolnya.

Cara mengatasi kampas yang lengket adalah dengan memberikan getaran (hentakan) pada permukaan tromol. Ini dapat dilakukan dengan memukul tromol rem dengan palu. Tujuannya supaya daya rekat kampas rem berkurang, sehingga lama kelamaan kampas rem akan terbebas.

Apabila tromol rem sudah terbebas, jangan lupa pula untuk melihat kondisi sepatu rem. Kondisi sepatu rem yang masih laik pakai bisa diketahui dari ketebalan kampas yang minimal 1 milimeter. Daya rekat kampas terhadap rem juga terasa masih kuat. Jika kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, ganti sepatu rem dengan yang baru. Dalam beberapa hal kasus, putaran roda yang terasa berat juga memang dipicu oleh sepatu rem yang terlepas dari dudukannya.

Pada umumnya, rem tangan lengket terjadi karena ada air masuk ke permukaan tromol. Baik karena melibas genangan maupun karena kendaraan memang terendam banjir. Efek air masuk ini makin buruk jika kendaraan langsung diparkir dan rem tangan diaktifkan. Sebab, sepatu rem yang mengering dalam keadaan aktif (menjepit), biasanya akan tetap menempel dengan tromol (lengket). Inilah yang memicu ban macet meskipun rem tangan dibebaskan.

Untuk menghindari kasus seperti ini, sebaiknya jika hendak parkir dalam waktu berhari-hari, pastikan permukaan rem kering. Atau jika tidak memungkinkan, jangan menggunakan rem tangan. Cukup dengan memarkir mobil dalam kondisi gigi persneleng masuk gigi (pada kendaraan menggunakan transmisi otomatis cukup dengan memindahkan tonggak pada posisi P). (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Thursday, March 13, 2014

Tips Mengendalikan Amarah Saat Berkendara

Mengendalikan emosi saat kita sedang berkendara, ternyata tidaklah semudah yang kita bayangkan. Apalagi bila dipicu oleh sikap pengemudi lain yang ugal-ugalan dan tidak santun di jalan raya, juga oleh berbagai kondisi kemacetan di jalan yang tidak mendukung. Hal itu tentu mempunyai efek yang buruk bagi kita juga. Agar terhindar dari sasaran kemarahan orang lain atau mencegah diri sendiri terpancing emosi, berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan agar kita tetap dapat berkendara dan menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.

Tips Mengendalikan Amarah
Rencanakan perjalanan Anda sejak awal dan beri waktu ekstra agar tidak terburu-buru di jalan serta perhitungkan kondisi jalanan, apakah jalan yang dilewati terbilang macet atau tidak Berdoalah dahulu sebelum Anda berkendara.
Disiplin dan taati peraturan lalu lintas.
Pergunakan tanda (lampu sen) bila Anda akan berbelok atau pindah jalur, agar pengemudi di belakang Anda mengerti arah tujuan kendaraan Anda.
Jaga jarak yang aman antara kendaraan Anda dengan kendaraan yang berada di depan Anda. Kebanyakan tabrakan dari belakang disebabkan karena jarak yang terlalu dekat antar kendaraan tersebut.
Berkendaralah dengan tenang. Jangan biarkan suasana hati yang buruk menguasai Anda. Rasa amarah itu tidak sehat, dan tidak ada gunanya menyesal kemudian.
Hindari bahaya, dengan membiarkan terlebih dahulu pengendara yang agresif berada di muka Anda.
Jangan terpancing emosi.
Jangan menantang pengemudi yang agresif atau orang yang gemar menyalip dengan mempercepat atau sengaja memperlambat kendaraan Anda.
Bila di malam hari, jaga sinar lampu kendaraan Anda, khususnya saat Anda menggunakan lampu jarak jauh. Pastikan bahwa kendaraan yang berlawanan muka dengan Anda tidak terlalu silau akibat lampu yang Anda gunakan. Sebaiknya tidak menggunakan lampu jauh, kecuali bila memang diperlukan.
Hindari kontak mata dengan pengemudi yang agresif. Jangan memberikan kode tangan/jari yang sifatnya menghina orang dan membahayakan Anda. Sebaliknya bila Anda yang menerima perlakuan tersebut, abaikan saja, jangan masukkan dalam hati, dan jangan membalas.
Kurangi penggunaan klakson, kecuali bila memang perlu.
Bila jalanan sedang macet/ramai, usahakan tetap tenang dan tidak terpancing emosi untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu, seperti memaki pengemudi lain yang berjalan lambat, dsb.
Bila emosi Anda mulai terpancing, cobalah untuk beristighfar dan pasanglahmusik yang lembut agar emosi Anda reda. Yang terpenting dari semua itu, tetaplah tenang dan berpikiran jernih. Ingatlah bahwa tujuan utama Anda adalah agar selamat sampai ke tempat tujuan.
Selamat menikmati perjalanan Anda.
Selengkapnya..