Showing posts with label pedal. Show all posts
Showing posts with label pedal. Show all posts

Monday, April 14, 2014

Bergetar Ketika akan Melepas Pedal Kopling

Sebagai pengendara kita pasti akan merasa kurang nyaman bila ada getaran yang tidak normal. Salah satu getaran yang biasanya cukup mengganggu adalah kasus seperti yang dikeluhkan seorang customer AstraWorld. Tiap kali memulai berkendara (dari posisi diam), saat melepas pedal kopling mobilnya bergetar agak keras. Apalagi jika jalur yang ditempuh agak menanjak, getaran akan terasa lebih keras lagi.

Jika mengalami kasus seperti ini, jangan buru-buru menyalahkan komponen mobil. Bukan mustahil pemicu getaran saat melepas kopling adalah gaya dan teknik berkendara. Terutama bagi para pengendara mobil bertransmisi manual. Getaran tak normal dapat dipicu oleh ketidakseimbangan antara penginjakan pedal gas dan pelepasan pedal kopling.

Seringkali, pengendara terlambat menginjak pedal gas ketika kopling dilepas. Jika terasa bergetar saat baru mulai bergerak, coba injak pedal gas lebih dalam. Tambahan tenaga dapat mengatasi getaran karena kasus seperti ini umumnya terjadi akibat mesin tidak kuat mengangkat beban mobil.

Kendati begitu, bisa saja solusi di atas tidak menjawab persoalan. Ini berarti, getaran muncul karena sebab-sebab lain. Ada beberapa kemungkinan teknis yang bisa diduga sebagai biang keladi munculnya getaran seperti kasus di atas. Diantaranya:

1. Setelan mesin.
2. Mounting (sambungan) mesin sudah mengeras.
3. Plat kopling, matahari atau roda gila (flywheel) tidak rata.

Mungkin saja setelan RPM, waktu pengapian kurang tepat atau busi sudah aus. Sama seperti masalah gaya berkendara, kondisi setelan mesin dan komponen yang sudah aus membuat tenaga mesin menurun sehingga tidak kuat mengangkat beban kendaraan. Penyebab seperti ini harus ditangani dengan penyetelan mesin yang bisa dilakukan saat tune up atau servis berkala.

Kemungkinan mounting yang sudah mengeras juga bisa menjadi pemicu. Material engine mounting terbuat dari karet. Ia dapat mengeras karena secara fisik letaknya memang dekat temperatur yang lumayan tinggi. Jika sudah mengeras, engine mounting kurang dapat meredam getaran mesin. Bila setelah diperiksa engine mounting memang sudah mengeras, sebaiknya lakukan penggantian komponen ini. Kondisi engine mounting memang tergantung pemakaian. Tapi pada umumnya, engine mounting sudah harus diganti saat kendaraan berusia 5 tahun ke atas.

Sedangkan kemungkinan terakhir bisa terjadi karena plat kopling, matahari atau roda gila yang tidak rata yang mengakibatkan penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi tidak berlangsung mulus. Penyebab yang satu ini dapat diselesaikan dengan melakukan penggantian komponen kopling dan meratakan roda gila. Biasanya komponen-komponen ini sudah harus diganti setelah kendaraan mencapai 60.000 km ke atas.

Sudah tentu kondisi ini tidak boleh didiamkan. Setelah mengetahui sumber penyebabnya, segera lakukan langkah-langkah perbaikan. Terutama, jika getaran itu disebabkan oleh roda gila yang tidak rata. Bukan saja mengganggu kenyamanan berkendara, jika dibiarkan lama kelamaan roda gila yang tidak rata bisa membuat komponen ini aus sebelah. Efek selanjutnya, getaran terasa akan semakin keras. Begitu juga dengan saat melepas pedal kopling. Jika terus menerus bergetar, lama kelamaan permukaan plat kopling tidak rata, dan getaran mobil akan semakin keras.

Cara termudah mencegah kerusakan lebih parah adalah dengan melakukan perawatan secara berkala. Bawa kendaraan Anda ke bengkel jika sudah saatnya harus di-servis.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Saturday, April 5, 2014

Kolong Mobil Berisik Saat Pedal Rem Diinjak

Semoga saja mobil Anda tidak seperti kasus ini. Bersamaan dengan injakan ke pedal rem terdengar suara-suara berisik dan aneh. Seperti ada logam atau besi-besi yang akan lepas akibat saling bergesekan. Sebagai pengendara kita akan terganggu. Kebanyakan pengendara akan cemas kalau-kalau suara itu menandakan ada komponen yang memang akan copot.

Tak hanya saat ngerem. Kegaduhan sejenis pun biasanya terjadi ketika mobil kita ajak melibas jalan keriting (bergelombang). Kasus seperti ini terutama dialami mobil-mobil jenis MPV.

Bunyi-bunyi tersebut memang muncul akibat adanya logam yang saling bergesekan. Bila menemukan kasus ini, jangan diamkan saja. Bukan hanya mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga dapat mengakibatkan kerusakan lebih serius: logam-logam yang bergesekan itu akan cepat aus. Efek selanjutnya adalah gangguan terhadap kestabilan kemudi.

Dilihat dari gejalanya, kasus ini membawa kita untuk memperhatikan komponen-komponen di sistem suspensi. Terutama, strut bar, karet dan bushing. Seluruh komponen yang memang terletak di kolong mobil ini berfungsi menjaga kesimetrisan roda depan.

Strut bar berperan dalam menjaga agar as roda hanya bergerak ke atas dan ke bawah (mengikuti arm atau lengan ayun), bukan maju mundur. Biasanya, suara-suara berisik itu muncul karena kurangnya pelumasan pada penahan ujung strut bar yang terletak pada sasis mobil.

Saat ngerem, maka akan terjadi daya dorong dari belakang ke depan. Body kendaraan masih terdorong ke depan sedangkan roda depan tertahan oleh rem. Strut bar yang berfungsi menyelaraskan dua gaya ini akan bekerja dan menimbulkan bunyi bila dudukannya kurang pelumasan.

Begitu pula ketika melibas jalan bergelombang. Jalan yang tidak mulus membuat body kendaraan berayun-ayun lebih ekstrim, yang juga memicu strut bar bekerja lebih keras. Pergeseran ini otomatis akan menimbulkan gesekan.

Solusinya sangat mudah. Apabila belum sampai aus, Anda cukup menambahkan pelumasan (greasing) pada karet-karet dan bushing strut bar. Caranya, lepas mur pengencang beserta karet peredamnya. Kemudian masukkan grease pada sela-sela strut bar, bushing dan dudukannya.

Apabila keausan sudah parah (biasanya terjadi pada kendaraan lama), maka ganti karet, bushing serta berilah grease pada saat memasang kembali. Apabila Anda mengganti karet dan bushing strut bar maka lakukan spooring ulang agar kestabilan dalam berkendara dan ban depan lebih awet.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Thursday, March 6, 2014

Cara Memperbaiki Pedal Kopling yang Terasa Berat Ketika Diinjak

Sebelum mengetahi cara untuk memperbaiki pedal kopling yang terasa berat atau keras ketika diinjak, terlebih dulu kita harus mengetahui apa yang menajdi penyebab pedal kopling menjadi berat ketika diinjak. Sebab, dengan mengetahui penyebabnya, resiko gagal ketika memperbaiki pedal kopling yang bermasalah tersebut bisa diminimalisir.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apa yang menjadi penyebab pedal kopling terasa berat ketika diinjak?

cara memperbaiki kampas koplingUmumnya, yang menjadi penyebab pedal kopling terasa berat ketika diinjak itu ada 2 hal, yakni kampas kopling yang sudah mulai tipis dan yang kedua karena keringnya pelumasan pada komponen kopling seperti release bearing, dudukan luncur release bearing dan per matahari.

Nah, setelah kita mengetahui penyebabnya, selanjutnya kita bisa memperbaiki pedal kopling yang terasa berat ketika diinjak tadi. Caranya adalah sebagai berikut:


1. Jika penyebabnya adalah kampas kopling yang sudah mulai tipis, kita bisa mengatasinya dengan mudah yakni cukup dengan mengganti kampas kopling yang sudah tipis itu dengan kampas kopling yang baru. Dan jika masih ada dana cukup, sebaiknya ganti juga cover clutch dan release bearingnya dengan yang baru. Sebab, mumpung turun kopling, ganti komponen-komponen lainnya yang anda rasa sudah mulai aus. Jadi turun kopling cukup sekali saja.

2. Jika penyebabnya adalah keringnya pelumasan pada komponen kopling, maka kita bisa mengatasinya dengan cara menyemprotkan anti karat mobil pada dudukan luncur melalui karet boot pada fork kopling dengan dibantu oleh seseorang yang bertugas menekan-nekan pedal kopling. Dengan begitu kotoran dan karat yang menempel dan menghambat pergerakan kopling bisa hilang dan pedal kopling menjadi kembali ringan.
Selengkapnya..