Showing posts with label kopling. Show all posts
Showing posts with label kopling. Show all posts
Monday, May 19, 2014
Check Kondisi Kopling
Kopling selip artinya kopling selip diantara pelat penahan dan roda penerus pada saat kopling berkaitan. Bila kopling selip, tenaga mesin tidak dapat diteruskan sepenuhnya ke transmisi, sehingga kendaraan terasa tidak bertenaga.
Terjadinya koping selip ini dapat diketahui dari gejala-gejala sebagai berikut:
1. Kecepatan kendaraan tidak dapat bertambah pada saat diakselerasi secara tiba-tiba.
2. Bau hangus dari kopling.
3. Tenaga mesin kurang pada saat mendaki.
4. Pemakaian bahan bakar boros.
Bagaimana menentukan bahwa kopling selip:
1. Pasang ganjalan pada roda-roda.
2. Pasang/tarik rem tangan.
3. Tekan pedal kopling dan hidupkan mesin.
4. Posisikan tuas gigi pada kecepatan tertinggi (4 atau 5).
5. Tambah putaran mesin dan angkat kopling secara perlahan-lahan.
Bila mesin mati berarti kopling tidak selip. Namun sebaliknya, bila mesin masih dalam keadaan hidup berarti kopling mengalami selip. Pada saat melakukan pengetesan seperti ini yang perlu diperhatikan adalah jangan melakukan tes terlalu lama karena dapat menimbulkan panas pada kopling.
Selengkapnya..
Terjadinya koping selip ini dapat diketahui dari gejala-gejala sebagai berikut:
1. Kecepatan kendaraan tidak dapat bertambah pada saat diakselerasi secara tiba-tiba.
2. Bau hangus dari kopling.
3. Tenaga mesin kurang pada saat mendaki.
4. Pemakaian bahan bakar boros.
Bagaimana menentukan bahwa kopling selip:
1. Pasang ganjalan pada roda-roda.
2. Pasang/tarik rem tangan.
3. Tekan pedal kopling dan hidupkan mesin.
4. Posisikan tuas gigi pada kecepatan tertinggi (4 atau 5).
5. Tambah putaran mesin dan angkat kopling secara perlahan-lahan.
Bila mesin mati berarti kopling tidak selip. Namun sebaliknya, bila mesin masih dalam keadaan hidup berarti kopling mengalami selip. Pada saat melakukan pengetesan seperti ini yang perlu diperhatikan adalah jangan melakukan tes terlalu lama karena dapat menimbulkan panas pada kopling.
Wednesday, April 16, 2014
Tiga Cara Bikin Kanvas Kopling Panjang Usia
Kanvas kopling memang mempunyai masa pakai. Semakin intens kanvas bekerja, semakin cepat tipis permukaannya. Bila sudah tipis, komponen penting dalam sistem penggerak kendaraan ini memang seharusnya kita ganti segera. Rata-rata, tiap 4 tahun sekali.
Namun, jangan salah sangka. Banyak pengendara yang harus mengganti kanvas kopling jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Bukan semata-mata karena masalah kualitas. Tapi, karena kesalahan dalam gaya berkendara. Sebagai pengendara, kita bisa sedikit memperpanjang usia kanvas kopling bila memperlakukannya secara tepat.
Beberapa waktu lalu, com pernah menghimbau agar saat mengendarai mobil kita jangan sering-sering menginjak setengah kopling. Efeknya terhadap keausan memang sangat jelas. Injakan yang nanggung seperti ini menempatkan kanvas kopling pada tingkat gesekan yang sangat keras. Itu sebabnya permukaan kanvas akan lebih cepat terkikis.
Kebiasaan ini masih sering dilakukan para pengendara. Terutama, di jalur padat dan saat menanjak. Mereka berargumentasi, dengan menginjak setengah kopling, maka mesin tidak akan mati. Ada benarnya, namun lebih banyak menimbulkan kerugian. Karena itulah, kami menempatkannya pada urutan pertama.
Cara kedua yang harus kita perhatikan adalah saat melepas pedal kopling. Kanvas kopling akan jauh lebih awet apabila ketika melakukan perpindahan transmisi, kita tidak melepaskan pedal kopling secara menghentak. Lepaskan saja dengan perlahan-lahan.
Dan yang ketiga, penggunaan gigi transmisi harus sesuai dengan kecepatan kendaraan. Jangan terbiasa menggunakan gigi tinggi bila kecepatan mobil rendah. Kebiasaan ini masih sering dilakukan pengendara. Misalnya, menggunakan gigi 4 pada saat kecepatan kendaraan hanya 20km/jam.
Sebenarnya, semua himbauan ini terkait dengan posisi kanvas kopling. Sebagai bagian dari sistem penggerak kendaraan, kopling beserta kanvasnya menjadi komponen penghubung antara mesin dan penggerak roda. Ia bertugas meneruskan daya yang dihasilkan akibat putaran mesin ke penggerak roda. Sehingga penggerak roda mampu menggerakkan total beban kendaraan.
Kanvas kopling akan lebih panjang usia bila ia betul-betul kita tempatkan semata-mata sebagai penghubung. Bukan sebagai penahan beban kendaraan. Caranya, ikutilah tiga kebiasaan di atas.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Namun, jangan salah sangka. Banyak pengendara yang harus mengganti kanvas kopling jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Bukan semata-mata karena masalah kualitas. Tapi, karena kesalahan dalam gaya berkendara. Sebagai pengendara, kita bisa sedikit memperpanjang usia kanvas kopling bila memperlakukannya secara tepat.
Beberapa waktu lalu, com pernah menghimbau agar saat mengendarai mobil kita jangan sering-sering menginjak setengah kopling. Efeknya terhadap keausan memang sangat jelas. Injakan yang nanggung seperti ini menempatkan kanvas kopling pada tingkat gesekan yang sangat keras. Itu sebabnya permukaan kanvas akan lebih cepat terkikis.
Kebiasaan ini masih sering dilakukan para pengendara. Terutama, di jalur padat dan saat menanjak. Mereka berargumentasi, dengan menginjak setengah kopling, maka mesin tidak akan mati. Ada benarnya, namun lebih banyak menimbulkan kerugian. Karena itulah, kami menempatkannya pada urutan pertama.
Cara kedua yang harus kita perhatikan adalah saat melepas pedal kopling. Kanvas kopling akan jauh lebih awet apabila ketika melakukan perpindahan transmisi, kita tidak melepaskan pedal kopling secara menghentak. Lepaskan saja dengan perlahan-lahan.
Dan yang ketiga, penggunaan gigi transmisi harus sesuai dengan kecepatan kendaraan. Jangan terbiasa menggunakan gigi tinggi bila kecepatan mobil rendah. Kebiasaan ini masih sering dilakukan pengendara. Misalnya, menggunakan gigi 4 pada saat kecepatan kendaraan hanya 20km/jam.
Sebenarnya, semua himbauan ini terkait dengan posisi kanvas kopling. Sebagai bagian dari sistem penggerak kendaraan, kopling beserta kanvasnya menjadi komponen penghubung antara mesin dan penggerak roda. Ia bertugas meneruskan daya yang dihasilkan akibat putaran mesin ke penggerak roda. Sehingga penggerak roda mampu menggerakkan total beban kendaraan.
Kanvas kopling akan lebih panjang usia bila ia betul-betul kita tempatkan semata-mata sebagai penghubung. Bukan sebagai penahan beban kendaraan. Caranya, ikutilah tiga kebiasaan di atas.(Source : AstraWorld)
Tuesday, April 15, 2014
Cegah Kopling Slip pada Transmisi Matik
Kasus berikut ini kerap terjadi pada mobil yang pemiliknya kurang perhatian terhadap oli transmisi matik. Awalnya roda kendaraan terasa kurang responsif, mobil baru bergerak maju / mundur setelah mesin mencapai RPM (rotation per minute) tinggi. Bila dibiarkan terus, bukan tak mungkin suatu saat mobil tidak sanggup bergerak sama sekali.
Secara teknis, peran oli transmisi (automatic transmission fluid / ATF) memang sangat penting. Tekanan cairan ini berguna dalam meneruskan tenaga dari mesin ke penggerak roda. Karena kualitas yang jelek, otomatis daya lumasnya juga kurang bagus. Di samping daya lumas menurun, daya serap panasnya juga akan berkurang. Keadaan seperti ini lama kelamaan akan membuat kanvas kopling menjadi lebih cepat aus (tipis).
Ketika aus itulah proses penerusan tenaga dari mesin ke penggerak menjadi terganggu. Mekanik sering mengistilahkan kondisi ini dengan “kopling slip”.
Karena itu, lakukan penggantian oli transmisi secara periodik sesuai dengan anjuran produsen. Penggantian oli transmisi matik sangat dipengaruhi oleh tipe oli dan masa pakai. Umumnya tanda-tanda fisik oli transmisi yang sudah harus diganti adalah: sudah encer, bau terbakar, dan warnanya relatif lebih hitam.
Jauh lebih baik mengganti oli transmisi matik secara teratur ketimbang mengganti komponen jika terjadi kerusakan pada sistem transmisi. Apabila kopling sudah slip, perbaikan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan overhoul transmisi serta mengganti kopling maupun komponen-komponen yang aus.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Secara teknis, peran oli transmisi (automatic transmission fluid / ATF) memang sangat penting. Tekanan cairan ini berguna dalam meneruskan tenaga dari mesin ke penggerak roda. Karena kualitas yang jelek, otomatis daya lumasnya juga kurang bagus. Di samping daya lumas menurun, daya serap panasnya juga akan berkurang. Keadaan seperti ini lama kelamaan akan membuat kanvas kopling menjadi lebih cepat aus (tipis).
Ketika aus itulah proses penerusan tenaga dari mesin ke penggerak menjadi terganggu. Mekanik sering mengistilahkan kondisi ini dengan “kopling slip”.
Karena itu, lakukan penggantian oli transmisi secara periodik sesuai dengan anjuran produsen. Penggantian oli transmisi matik sangat dipengaruhi oleh tipe oli dan masa pakai. Umumnya tanda-tanda fisik oli transmisi yang sudah harus diganti adalah: sudah encer, bau terbakar, dan warnanya relatif lebih hitam.
Jauh lebih baik mengganti oli transmisi matik secara teratur ketimbang mengganti komponen jika terjadi kerusakan pada sistem transmisi. Apabila kopling sudah slip, perbaikan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan overhoul transmisi serta mengganti kopling maupun komponen-komponen yang aus.(Source : AstraWorld)
Monday, April 14, 2014
Bergetar Ketika akan Melepas Pedal Kopling
Sebagai pengendara kita pasti akan merasa kurang nyaman bila ada getaran yang tidak normal. Salah satu getaran yang biasanya cukup mengganggu adalah kasus seperti yang dikeluhkan seorang customer AstraWorld. Tiap kali memulai berkendara (dari posisi diam), saat melepas pedal kopling mobilnya bergetar agak keras. Apalagi jika jalur yang ditempuh agak menanjak, getaran akan terasa lebih keras lagi.
Jika mengalami kasus seperti ini, jangan buru-buru menyalahkan komponen mobil. Bukan mustahil pemicu getaran saat melepas kopling adalah gaya dan teknik berkendara. Terutama bagi para pengendara mobil bertransmisi manual. Getaran tak normal dapat dipicu oleh ketidakseimbangan antara penginjakan pedal gas dan pelepasan pedal kopling.
Seringkali, pengendara terlambat menginjak pedal gas ketika kopling dilepas. Jika terasa bergetar saat baru mulai bergerak, coba injak pedal gas lebih dalam. Tambahan tenaga dapat mengatasi getaran karena kasus seperti ini umumnya terjadi akibat mesin tidak kuat mengangkat beban mobil.
Kendati begitu, bisa saja solusi di atas tidak menjawab persoalan. Ini berarti, getaran muncul karena sebab-sebab lain. Ada beberapa kemungkinan teknis yang bisa diduga sebagai biang keladi munculnya getaran seperti kasus di atas. Diantaranya:
1. Setelan mesin.
2. Mounting (sambungan) mesin sudah mengeras.
3. Plat kopling, matahari atau roda gila (flywheel) tidak rata.
Mungkin saja setelan RPM, waktu pengapian kurang tepat atau busi sudah aus. Sama seperti masalah gaya berkendara, kondisi setelan mesin dan komponen yang sudah aus membuat tenaga mesin menurun sehingga tidak kuat mengangkat beban kendaraan. Penyebab seperti ini harus ditangani dengan penyetelan mesin yang bisa dilakukan saat tune up atau servis berkala.
Kemungkinan mounting yang sudah mengeras juga bisa menjadi pemicu. Material engine mounting terbuat dari karet. Ia dapat mengeras karena secara fisik letaknya memang dekat temperatur yang lumayan tinggi. Jika sudah mengeras, engine mounting kurang dapat meredam getaran mesin. Bila setelah diperiksa engine mounting memang sudah mengeras, sebaiknya lakukan penggantian komponen ini. Kondisi engine mounting memang tergantung pemakaian. Tapi pada umumnya, engine mounting sudah harus diganti saat kendaraan berusia 5 tahun ke atas.
Sedangkan kemungkinan terakhir bisa terjadi karena plat kopling, matahari atau roda gila yang tidak rata yang mengakibatkan penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi tidak berlangsung mulus. Penyebab yang satu ini dapat diselesaikan dengan melakukan penggantian komponen kopling dan meratakan roda gila. Biasanya komponen-komponen ini sudah harus diganti setelah kendaraan mencapai 60.000 km ke atas.
Sudah tentu kondisi ini tidak boleh didiamkan. Setelah mengetahui sumber penyebabnya, segera lakukan langkah-langkah perbaikan. Terutama, jika getaran itu disebabkan oleh roda gila yang tidak rata. Bukan saja mengganggu kenyamanan berkendara, jika dibiarkan lama kelamaan roda gila yang tidak rata bisa membuat komponen ini aus sebelah. Efek selanjutnya, getaran terasa akan semakin keras. Begitu juga dengan saat melepas pedal kopling. Jika terus menerus bergetar, lama kelamaan permukaan plat kopling tidak rata, dan getaran mobil akan semakin keras.
Cara termudah mencegah kerusakan lebih parah adalah dengan melakukan perawatan secara berkala. Bawa kendaraan Anda ke bengkel jika sudah saatnya harus di-servis.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Jika mengalami kasus seperti ini, jangan buru-buru menyalahkan komponen mobil. Bukan mustahil pemicu getaran saat melepas kopling adalah gaya dan teknik berkendara. Terutama bagi para pengendara mobil bertransmisi manual. Getaran tak normal dapat dipicu oleh ketidakseimbangan antara penginjakan pedal gas dan pelepasan pedal kopling.
Seringkali, pengendara terlambat menginjak pedal gas ketika kopling dilepas. Jika terasa bergetar saat baru mulai bergerak, coba injak pedal gas lebih dalam. Tambahan tenaga dapat mengatasi getaran karena kasus seperti ini umumnya terjadi akibat mesin tidak kuat mengangkat beban mobil.
Kendati begitu, bisa saja solusi di atas tidak menjawab persoalan. Ini berarti, getaran muncul karena sebab-sebab lain. Ada beberapa kemungkinan teknis yang bisa diduga sebagai biang keladi munculnya getaran seperti kasus di atas. Diantaranya:
1. Setelan mesin.
2. Mounting (sambungan) mesin sudah mengeras.
3. Plat kopling, matahari atau roda gila (flywheel) tidak rata.
Mungkin saja setelan RPM, waktu pengapian kurang tepat atau busi sudah aus. Sama seperti masalah gaya berkendara, kondisi setelan mesin dan komponen yang sudah aus membuat tenaga mesin menurun sehingga tidak kuat mengangkat beban kendaraan. Penyebab seperti ini harus ditangani dengan penyetelan mesin yang bisa dilakukan saat tune up atau servis berkala.
Kemungkinan mounting yang sudah mengeras juga bisa menjadi pemicu. Material engine mounting terbuat dari karet. Ia dapat mengeras karena secara fisik letaknya memang dekat temperatur yang lumayan tinggi. Jika sudah mengeras, engine mounting kurang dapat meredam getaran mesin. Bila setelah diperiksa engine mounting memang sudah mengeras, sebaiknya lakukan penggantian komponen ini. Kondisi engine mounting memang tergantung pemakaian. Tapi pada umumnya, engine mounting sudah harus diganti saat kendaraan berusia 5 tahun ke atas.
Sedangkan kemungkinan terakhir bisa terjadi karena plat kopling, matahari atau roda gila yang tidak rata yang mengakibatkan penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi tidak berlangsung mulus. Penyebab yang satu ini dapat diselesaikan dengan melakukan penggantian komponen kopling dan meratakan roda gila. Biasanya komponen-komponen ini sudah harus diganti setelah kendaraan mencapai 60.000 km ke atas.
Sudah tentu kondisi ini tidak boleh didiamkan. Setelah mengetahui sumber penyebabnya, segera lakukan langkah-langkah perbaikan. Terutama, jika getaran itu disebabkan oleh roda gila yang tidak rata. Bukan saja mengganggu kenyamanan berkendara, jika dibiarkan lama kelamaan roda gila yang tidak rata bisa membuat komponen ini aus sebelah. Efek selanjutnya, getaran terasa akan semakin keras. Begitu juga dengan saat melepas pedal kopling. Jika terus menerus bergetar, lama kelamaan permukaan plat kopling tidak rata, dan getaran mobil akan semakin keras.
Cara termudah mencegah kerusakan lebih parah adalah dengan melakukan perawatan secara berkala. Bawa kendaraan Anda ke bengkel jika sudah saatnya harus di-servis.(Source : AstraWorld)
Thursday, March 6, 2014
Cara Memperbaiki Pedal Kopling yang Terasa Berat Ketika Diinjak
Sebelum mengetahi cara untuk memperbaiki pedal kopling yang terasa berat atau keras ketika diinjak, terlebih dulu kita harus mengetahui apa yang menajdi penyebab pedal kopling menjadi berat ketika diinjak. Sebab, dengan mengetahui penyebabnya, resiko gagal ketika memperbaiki pedal kopling yang bermasalah tersebut bisa diminimalisir.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apa yang menjadi penyebab pedal kopling terasa berat ketika diinjak?
Umumnya, yang menjadi penyebab pedal kopling terasa berat ketika diinjak itu ada 2 hal, yakni kampas kopling yang sudah mulai tipis dan yang kedua karena keringnya pelumasan pada komponen kopling seperti release bearing, dudukan luncur release bearing dan per matahari.
Nah, setelah kita mengetahui penyebabnya, selanjutnya kita bisa memperbaiki pedal kopling yang terasa berat ketika diinjak tadi. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Jika penyebabnya adalah kampas kopling yang sudah mulai tipis, kita bisa mengatasinya dengan mudah yakni cukup dengan mengganti kampas kopling yang sudah tipis itu dengan kampas kopling yang baru. Dan jika masih ada dana cukup, sebaiknya ganti juga cover clutch dan release bearingnya dengan yang baru. Sebab, mumpung turun kopling, ganti komponen-komponen lainnya yang anda rasa sudah mulai aus. Jadi turun kopling cukup sekali saja.
2. Jika penyebabnya adalah keringnya pelumasan pada komponen kopling, maka kita bisa mengatasinya dengan cara menyemprotkan anti karat mobil pada dudukan luncur melalui karet boot pada fork kopling dengan dibantu oleh seseorang yang bertugas menekan-nekan pedal kopling. Dengan begitu kotoran dan karat yang menempel dan menghambat pergerakan kopling bisa hilang dan pedal kopling menjadi kembali ringan.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apa yang menjadi penyebab pedal kopling terasa berat ketika diinjak?
Umumnya, yang menjadi penyebab pedal kopling terasa berat ketika diinjak itu ada 2 hal, yakni kampas kopling yang sudah mulai tipis dan yang kedua karena keringnya pelumasan pada komponen kopling seperti release bearing, dudukan luncur release bearing dan per matahari.Nah, setelah kita mengetahui penyebabnya, selanjutnya kita bisa memperbaiki pedal kopling yang terasa berat ketika diinjak tadi. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Jika penyebabnya adalah kampas kopling yang sudah mulai tipis, kita bisa mengatasinya dengan mudah yakni cukup dengan mengganti kampas kopling yang sudah tipis itu dengan kampas kopling yang baru. Dan jika masih ada dana cukup, sebaiknya ganti juga cover clutch dan release bearingnya dengan yang baru. Sebab, mumpung turun kopling, ganti komponen-komponen lainnya yang anda rasa sudah mulai aus. Jadi turun kopling cukup sekali saja.
2. Jika penyebabnya adalah keringnya pelumasan pada komponen kopling, maka kita bisa mengatasinya dengan cara menyemprotkan anti karat mobil pada dudukan luncur melalui karet boot pada fork kopling dengan dibantu oleh seseorang yang bertugas menekan-nekan pedal kopling. Dengan begitu kotoran dan karat yang menempel dan menghambat pergerakan kopling bisa hilang dan pedal kopling menjadi kembali ringan.
Subscribe to:
Comments (Atom)