Showing posts with label beroperasi. Show all posts
Showing posts with label beroperasi. Show all posts
Sunday, April 13, 2014
Mobil Jarang Beroperasi Kapan Ganti Oli
Pertanyaan seperti ini muncul dari seorang pengendara yang memiliki mobil lumayan banyak. Karena punya lebih dari satu, maka ada mobil yang benar-benar jarang beroperasi. Lebih sering nongkrong di garasi ketimbang diajak keliling-keliling dari satu tempat ke tempat lain. Praktis, angka di tripmeter mobil tidak cepat bertambah. Lalu, adakah efek buruk jika penggantian oli cuma bersandar pada indikator jarak tempuh?
Apabila mobil tidak dihidupkan dalam waktu lama atau jarang dipakai, sebaiknya penggantian oli juga memperhatikan masalah waktu. Berapa pun angka di KM, jika oli mesin sudah lebih dari 3 bulan lebih baik ganti dengan yang baru. Kecuali, ada keterangan khusus baik dari pabrikan mobil maupun pabrikan oli.
Penggantian oli secara berkala ini perlu dilakukan agar kualitas maupun kuantitasnya tetap maksimal. Kondisi oli yang prima sangat dibutuhkan agar tugas pelumasan komponen-komponen mesin dapat berjalan dengan baik.
Terlepas dari masalah jarak tempuh maupun waktu pakai, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali untuk mengetahui kualitas oli. Karena, bisa saja jarak tempuh masih pendek dan waktu pakai belum sampai 3 bulan tapi oli sudah masuk kategori rusak. Contoh, jika tercampur air setelah terkena banjir misalnya.
Ciri ciri oli yang sudah buruk diantaranya adalah warna yang sudah kehitam-hitaman (keruh). Jika dioleskan di ujung-ujung jari akan terasa kasar. Rasa kasar adalah tanda bahwa oli sudah banyak mengandung serbuk metal, maupun kotoran.
Pada beberapa kasus, oli mesin juga bisa berwarna coklat kental mirip susu coklat. Ini terjadi jika oli mesin tersebut telah bercampur air. Air ini bisa berasal dari mesin itu sendiri, akibat adanya kebocoran pendinginan. Bisa juga air ini berasal dari luar, seperti jika kendaraan terendam air atau memasuki genangan air. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Apabila mobil tidak dihidupkan dalam waktu lama atau jarang dipakai, sebaiknya penggantian oli juga memperhatikan masalah waktu. Berapa pun angka di KM, jika oli mesin sudah lebih dari 3 bulan lebih baik ganti dengan yang baru. Kecuali, ada keterangan khusus baik dari pabrikan mobil maupun pabrikan oli.
Penggantian oli secara berkala ini perlu dilakukan agar kualitas maupun kuantitasnya tetap maksimal. Kondisi oli yang prima sangat dibutuhkan agar tugas pelumasan komponen-komponen mesin dapat berjalan dengan baik.
Terlepas dari masalah jarak tempuh maupun waktu pakai, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali untuk mengetahui kualitas oli. Karena, bisa saja jarak tempuh masih pendek dan waktu pakai belum sampai 3 bulan tapi oli sudah masuk kategori rusak. Contoh, jika tercampur air setelah terkena banjir misalnya.
Ciri ciri oli yang sudah buruk diantaranya adalah warna yang sudah kehitam-hitaman (keruh). Jika dioleskan di ujung-ujung jari akan terasa kasar. Rasa kasar adalah tanda bahwa oli sudah banyak mengandung serbuk metal, maupun kotoran.
Pada beberapa kasus, oli mesin juga bisa berwarna coklat kental mirip susu coklat. Ini terjadi jika oli mesin tersebut telah bercampur air. Air ini bisa berasal dari mesin itu sendiri, akibat adanya kebocoran pendinginan. Bisa juga air ini berasal dari luar, seperti jika kendaraan terendam air atau memasuki genangan air. (Source : AstraWorld)
Wednesday, April 9, 2014
Mengetahui Isi Minyak Rem Saat Handbrake Beroperasi
Sebagai pengendara kita tentu familiar dengan handbrake (rem tangan). Komponen ini kita operasikan tatkala kita memarkir kendaraan dan meninggalkannya di suatu tempat. Handbrake akan mengunci roda sehingga tidak dapat berputar ke depan maupun ke belakang.
Saat mengoperasikan handbrake, coba perhatikan dashboard. Yang normal, ketika tuas handbrake kita tarik, maka lampu indikator akan menyala. Lampu indikator handbrake ini akan mati kembali ketika handbrake tidak diaktifkan.
Maka, jangan anggap remeh ketika Anda menemukan lampu indikator yang menyala terus meskipun rem tangan tidak kita operasikan. Lampu indikator handbrake yang tetap menyala meskipun tidak dioperasikan adalah petunjuk bahwa Anda harus segera memeriksa minyak rem. Kemungkinan besar kuantitas cairan yang sangat vital dalam sistem rem tersebut berkurang. Baik karena kebocoran maupun karena terjadinya keausan kanvas rem.
Pada beberapa produk, pabrikan mobil sebenarnya sudah memberikan keterangan mengenai hubungan indikator minyak rem dan handbrake di manual book agar pengendara dapat mengambil langkah tepat, tidak panik dan bingung. Dan yang lebih penting, agar kendaraan tidak mengalami kerusakan lebih parah. Pabrikan menempatkan pengukur permukaan minyak rem dan menghubungkannya dengan mekanisme kerja handbrake.
Kuantitas minyak rem di tangki reservoir memang harus diperhatikan. Tangki reservoir ini terletak di master silinder. Segera tambahkan bila permukaan minyak rem berada jauh di bawah tanda “MIN”. Kemudian lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kebocoran pada sistem rem.
Salah satu gangguan yang dapat muncul ketika kuantitas minyak rem di bawah batas toleransi adalah masuknya udara palsu. Hati-hati bila sistem rem kendaraan Anda mengalami kasus seperti ini. AstraWorld pernah mengulas pada tips and trick edisi sebelum ini. Udara palsu dapat membuat sistem rem tidak bekerja dengan baik. Udara yang “terjebak” dalam sistem rem akan menghalangi penerusan gaya tekan dari pedal rem menuju ke roda-roda. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Saat mengoperasikan handbrake, coba perhatikan dashboard. Yang normal, ketika tuas handbrake kita tarik, maka lampu indikator akan menyala. Lampu indikator handbrake ini akan mati kembali ketika handbrake tidak diaktifkan.
Maka, jangan anggap remeh ketika Anda menemukan lampu indikator yang menyala terus meskipun rem tangan tidak kita operasikan. Lampu indikator handbrake yang tetap menyala meskipun tidak dioperasikan adalah petunjuk bahwa Anda harus segera memeriksa minyak rem. Kemungkinan besar kuantitas cairan yang sangat vital dalam sistem rem tersebut berkurang. Baik karena kebocoran maupun karena terjadinya keausan kanvas rem.
Pada beberapa produk, pabrikan mobil sebenarnya sudah memberikan keterangan mengenai hubungan indikator minyak rem dan handbrake di manual book agar pengendara dapat mengambil langkah tepat, tidak panik dan bingung. Dan yang lebih penting, agar kendaraan tidak mengalami kerusakan lebih parah. Pabrikan menempatkan pengukur permukaan minyak rem dan menghubungkannya dengan mekanisme kerja handbrake.
Kuantitas minyak rem di tangki reservoir memang harus diperhatikan. Tangki reservoir ini terletak di master silinder. Segera tambahkan bila permukaan minyak rem berada jauh di bawah tanda “MIN”. Kemudian lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kebocoran pada sistem rem.
Salah satu gangguan yang dapat muncul ketika kuantitas minyak rem di bawah batas toleransi adalah masuknya udara palsu. Hati-hati bila sistem rem kendaraan Anda mengalami kasus seperti ini. AstraWorld pernah mengulas pada tips and trick edisi sebelum ini. Udara palsu dapat membuat sistem rem tidak bekerja dengan baik. Udara yang “terjebak” dalam sistem rem akan menghalangi penerusan gaya tekan dari pedal rem menuju ke roda-roda. (Source : AstraWorld)
Labels:
beroperasi,
handbrake,
isi,
mengetahui,
minyak,
rem,
saat
Subscribe to:
Comments (Atom)