Showing posts with label oli. Show all posts
Showing posts with label oli. Show all posts
Wednesday, September 3, 2014
Berkurangnya Oli Mesin Karena Rusaknya Fuel Pump tipe Mekanis Membran
Hanya sekedar sharing saja.......
Berkurang oli mesin selain disebabkan oleh ausnya/bocornya baut utup bak karter oli, juga disebabkan oleh ausnya seal klep, ausnya ring piston, breather (engine ventilation system), dll ternyata bisa juga disebabkan oleh rusaknya membran pada fuel pump yg masih menganut system mekanis/membran.
Dalam kasus ini sudah beberapa kali terjadi pada mobil Suzuki Katana dan Suzuki Karimun yang downgrade menggunakan fuel pump tipe mekanis bahwa dengan sobeknya membran juga salah satu penyebab berkurangnya oli mesin pada mobil.
Pompa bahan bakar mekanik (mecanikal fuel pump), mempunyai sebuah diaphragma yang letaknya tepat ditengah-tengah seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Sepasang katup, yang bekerja dengan arah yang berlawanan, dipasangkan di dalam pompa. Katup ini digerakan oleh daya balik diaphrgma untuk menekan bahan bakar ke karburator. Diaphragm digerakan oleh rocker arm yang digerakan oleh putaran nok camshaft.
Nok cam berputar, maka rocker arm akan kembali ke posisi semula sehingga diaphragm didorong ke atas oleh pegas, akibatnya bahan bakar terdorong melalui katup keluar dan terus mengalir ke larburator. Dalam keadaan seperti ini katup keluar terbuka dan katup masuk tertutup. Tekanan penyaluran pompa sekitar 0,2 s/d 0,3 kg/cm2.
Rocker arm dalam pergerakkannya juga dilumasi oleh oli mesin agar bisa bergerak smooth, jika karet membran mengalami kerusakan, maka oli yg menempel pada rocker arm ini juga akan tersedot oleh kevacuuman tadi walupun sedikit tapi sering terjadi akibatnya BBM yg telah bercampur oli akan memasuki karburator dan ada sebagian yang kembali ke dalam tangki, kondisi ini lama kelamaan juga mengakibatkan bercampurnya oli mesin dengan BBM di dalam tangki.
Yang terjadi pada beberapa mobil tadi adalah karena kurangnya perhatian pemilik, maka kondisi tersebut lama kelamaanmenyebabkan volume oli di dalam mesin akan terus berkurang bahkan sampai melebihi batas toleransi sehingga menyebabkan kerusakan yg akut pada komponen2 mesin karena tidak berfungsinya fungsi pelumasan sehingga harus menjalani O/H mesin.
Berikut dokumentasinya :
Kondisi fuel pump yang telah dilepas dari dudukannya :
Kondisi fuel pump setelah dibuka :
Kondisi karet membran yang telah sobek :
Kondisi metal yg terlihat baret :
Kondisi ke-4 piston yg mengalami baret-baret parah :
Kondisi combustion chamber yang penuh dengan penumpukan kerak carbon :
Bukan hanya part-part di atas saja yang mengalami kerusakan, tetapi juga Main bearing ( metal duduk ), Rod bearing (metal jalan ), Rocker Arm ( pelatuk klep ), Shaft roker arm, dll
Bagi teman yg menggunakan fuel pump tipe mekanis jika di knalpot mengeluarkan asap putih, bisa jadi ada kerusakan pada fuel pump tersebut segera lakukan pengecheckan.
Untuk menghindari hal tersebut, lakukan pengecheckan fuel pump tipe mekanis ini minimal 2 minggu sekali untuk memastikan tidak ada masalah pada part2 tersebut sehingga masalah yang bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin mobil kesayangan bisa dicegah sedini mungkin.
Semoga bermanfaat.
NB :
Special thanks to sahabat saya Mas Sugi yang mau berbagi dan ngoprek bareng dengan saya mengenai segala permasalahan mobil, khususnya Suzuki Karimun
Jika ada teman2 yg ingin sharing mengenai segala permasalahan pada Suzuki Karimunnya, bisa sharing dengan saya di Facebook "NSS Bekasi" dan jika ingin ikut ngoprek bareng dengan saya, silahkan hadir di Nekat Speedshop Bekasi Barat dengan jadwal yang akan diinformasikan padadinding Facebook di atas
Salam
Wednesday, April 23, 2014
Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Mengganti Oli Mobil
Oli, merupakan sebuah elemen penting untuk sebuah mesin, tak terkecuali untuk mesin mobil. Sebab, sebagaimana kita tahu, oli berfungsi sebagai pelumas agar mesin tidak mudah aus atau rusak.
Mengingat vitalnya peran oli terhadap mesin itu tadi, maka melakukan pengecekan oli pada mesin atau mobil secara rutin dan berkala sangatlah penting. Terlebih lagi jika mobil tersebut sering di pakai untuk perjalanan jauh. Jadi, kita bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk mengganti olinya. Dengan mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti oli pada mobil, tentu dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada mesin yang diakibatkan telat ganti oli.
Lalu, bagaimanakah cara untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk ganti oli?
Cara mengecek atau mengetahuinya bisa dengan cara menghitung jarak tempuh mobil yang telah dilalui seperti yang tertera di dalam buku panduan yang disediakan oleh pabrik pembuat mobil tersebut. Di dalam buku panduan tersebut, kita dianjurkan untuk mengganti oli mesin mobil per jarak tempuh sekian kilometer.
Bagaimana jika buku panduannya sudah tidak ada?
Untuk yang satu ini, kita bisa mengecek dan mengetahui, apakah oli mesin yang sedang dipakai saat ini masih layak untuk tetap digunakan atau sudah harus diganti, cukup dengan cara memperhatikan warna oli tersebut. Sebagai indikator untuk mengetahui dan mengecek kelayakan oli dengan cara memperhatikan warnanya, berikut ini adalah 3 macam warna oli pada mesin beserta penjelasannya yang dapat dijadikan patokan waktu pergantian oli:
Putih Pekat / Putih Susu
Pada saat anda cek dan ternyata oli mesin mobil anda berwarna putih susu, itu berarti oli tersebut telah bercampur dengan air. Biasanya, hal seperti ini terjadi karena kondisi mesin mobil kurang baik (ada sedikit masalah). Bila warna ini yang terjadi pada oli mobil anda, segera bawalah mobil anda ke bengkel terpercaya untuk dilakukan pengecekan.
Hitam
Oli yang telah berwarna hitam adalah pertanda bahwa oli tersebut sudah tidak layak dipakai. Biasanya, warna oli akan berubah warna menjadi hitam ketika terjadi dua hal. Pertama ketika mobil tersebut telah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan yang kedua mungkin karena terjadi kerusakan pada mesin. Jika yang terjadi pada oli mobil anda demikian, maka segeralah ganti olinya dengan oli yang baru.
Coklat agak kekuningan
Oli yang berwarna coklat kekuningan masih bisa dikatakan normal atau layak pakai, jadi anda tidak perlu buru-buru mengganti olinya dengan yang baru jika masih belum ada dana untuk itu.
Mengingat vitalnya peran oli terhadap mesin itu tadi, maka melakukan pengecekan oli pada mesin atau mobil secara rutin dan berkala sangatlah penting. Terlebih lagi jika mobil tersebut sering di pakai untuk perjalanan jauh. Jadi, kita bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk mengganti olinya. Dengan mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti oli pada mobil, tentu dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada mesin yang diakibatkan telat ganti oli.
![]() |
| gambar dari mobilku.org |
Lalu, bagaimanakah cara untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk ganti oli?
Cara mengecek atau mengetahuinya bisa dengan cara menghitung jarak tempuh mobil yang telah dilalui seperti yang tertera di dalam buku panduan yang disediakan oleh pabrik pembuat mobil tersebut. Di dalam buku panduan tersebut, kita dianjurkan untuk mengganti oli mesin mobil per jarak tempuh sekian kilometer.
Bagaimana jika buku panduannya sudah tidak ada?
Untuk yang satu ini, kita bisa mengecek dan mengetahui, apakah oli mesin yang sedang dipakai saat ini masih layak untuk tetap digunakan atau sudah harus diganti, cukup dengan cara memperhatikan warna oli tersebut. Sebagai indikator untuk mengetahui dan mengecek kelayakan oli dengan cara memperhatikan warnanya, berikut ini adalah 3 macam warna oli pada mesin beserta penjelasannya yang dapat dijadikan patokan waktu pergantian oli:
Putih Pekat / Putih Susu
Pada saat anda cek dan ternyata oli mesin mobil anda berwarna putih susu, itu berarti oli tersebut telah bercampur dengan air. Biasanya, hal seperti ini terjadi karena kondisi mesin mobil kurang baik (ada sedikit masalah). Bila warna ini yang terjadi pada oli mobil anda, segera bawalah mobil anda ke bengkel terpercaya untuk dilakukan pengecekan.
Hitam
Oli yang telah berwarna hitam adalah pertanda bahwa oli tersebut sudah tidak layak dipakai. Biasanya, warna oli akan berubah warna menjadi hitam ketika terjadi dua hal. Pertama ketika mobil tersebut telah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan yang kedua mungkin karena terjadi kerusakan pada mesin. Jika yang terjadi pada oli mobil anda demikian, maka segeralah ganti olinya dengan oli yang baru.
Coklat agak kekuningan
Oli yang berwarna coklat kekuningan masih bisa dikatakan normal atau layak pakai, jadi anda tidak perlu buru-buru mengganti olinya dengan yang baru jika masih belum ada dana untuk itu.
Sunday, April 13, 2014
Mobil Jarang Beroperasi Kapan Ganti Oli
Pertanyaan seperti ini muncul dari seorang pengendara yang memiliki mobil lumayan banyak. Karena punya lebih dari satu, maka ada mobil yang benar-benar jarang beroperasi. Lebih sering nongkrong di garasi ketimbang diajak keliling-keliling dari satu tempat ke tempat lain. Praktis, angka di tripmeter mobil tidak cepat bertambah. Lalu, adakah efek buruk jika penggantian oli cuma bersandar pada indikator jarak tempuh?
Apabila mobil tidak dihidupkan dalam waktu lama atau jarang dipakai, sebaiknya penggantian oli juga memperhatikan masalah waktu. Berapa pun angka di KM, jika oli mesin sudah lebih dari 3 bulan lebih baik ganti dengan yang baru. Kecuali, ada keterangan khusus baik dari pabrikan mobil maupun pabrikan oli.
Penggantian oli secara berkala ini perlu dilakukan agar kualitas maupun kuantitasnya tetap maksimal. Kondisi oli yang prima sangat dibutuhkan agar tugas pelumasan komponen-komponen mesin dapat berjalan dengan baik.
Terlepas dari masalah jarak tempuh maupun waktu pakai, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali untuk mengetahui kualitas oli. Karena, bisa saja jarak tempuh masih pendek dan waktu pakai belum sampai 3 bulan tapi oli sudah masuk kategori rusak. Contoh, jika tercampur air setelah terkena banjir misalnya.
Ciri ciri oli yang sudah buruk diantaranya adalah warna yang sudah kehitam-hitaman (keruh). Jika dioleskan di ujung-ujung jari akan terasa kasar. Rasa kasar adalah tanda bahwa oli sudah banyak mengandung serbuk metal, maupun kotoran.
Pada beberapa kasus, oli mesin juga bisa berwarna coklat kental mirip susu coklat. Ini terjadi jika oli mesin tersebut telah bercampur air. Air ini bisa berasal dari mesin itu sendiri, akibat adanya kebocoran pendinginan. Bisa juga air ini berasal dari luar, seperti jika kendaraan terendam air atau memasuki genangan air. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Apabila mobil tidak dihidupkan dalam waktu lama atau jarang dipakai, sebaiknya penggantian oli juga memperhatikan masalah waktu. Berapa pun angka di KM, jika oli mesin sudah lebih dari 3 bulan lebih baik ganti dengan yang baru. Kecuali, ada keterangan khusus baik dari pabrikan mobil maupun pabrikan oli.
Penggantian oli secara berkala ini perlu dilakukan agar kualitas maupun kuantitasnya tetap maksimal. Kondisi oli yang prima sangat dibutuhkan agar tugas pelumasan komponen-komponen mesin dapat berjalan dengan baik.
Terlepas dari masalah jarak tempuh maupun waktu pakai, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali untuk mengetahui kualitas oli. Karena, bisa saja jarak tempuh masih pendek dan waktu pakai belum sampai 3 bulan tapi oli sudah masuk kategori rusak. Contoh, jika tercampur air setelah terkena banjir misalnya.
Ciri ciri oli yang sudah buruk diantaranya adalah warna yang sudah kehitam-hitaman (keruh). Jika dioleskan di ujung-ujung jari akan terasa kasar. Rasa kasar adalah tanda bahwa oli sudah banyak mengandung serbuk metal, maupun kotoran.
Pada beberapa kasus, oli mesin juga bisa berwarna coklat kental mirip susu coklat. Ini terjadi jika oli mesin tersebut telah bercampur air. Air ini bisa berasal dari mesin itu sendiri, akibat adanya kebocoran pendinginan. Bisa juga air ini berasal dari luar, seperti jika kendaraan terendam air atau memasuki genangan air. (Source : AstraWorld)
Friday, April 4, 2014
Tips Ringan Ganti Oli Mesin
Ganti oli adalah salah satu perlakuan yang sering dianggap sepele. Meski bisa dilakukan sendiri, tapi jangan asal. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat mengganti oli motor.
Yang pertama adalah membuka baut pembuangan oli pada saat kondisi mesin masih panas. Sebaiknya, mesin dibiarkan menjadi dingin terlebih dahulu. Tujuannya agar saat membuka baut oli tidak slek.
Tujuan lainnya, supaya oli lebih banyak turun ke bagian crankcase. Ketika oli sudah turun, harapannya mampu mengurangi jumlah oli kotor yang tertinggal di dalam mesin.
Ketika hendak menutup kembali baut olinya pun harus hati-hati. Jangan sampai ring tembaga atau ring almunium tertinggal. Kalau sampai tertinggal bukan tidak mungkin akan terjadi kebocoran oli mesin.
Ketika hendak menutup kembali baut olinya pun harus hati-hati. Jangan sampai ring tembaga atau ring almunium tertinggal. Kalau sampai tertinggal bukan tidak mungkin akan terjadi kebocoran oli mesin.

Serta berhati-hati pada saat memasang baut oli jangan sampai miring. Pakai tangan dulu sampai baut oli sulit untuk diputar, lalu lanjut dengan menggunakan kunci. Kalau sampai slek bisa repot, harus turun mesin buat membuat drat baru.
Nah setelah baut oli terpasang dan sudah dikencangkan, tinggal tuang oli baru ke dalam mesin. Ingat takarannya harus sama dengan yang tertera pada bak kopling.
Thursday, April 3, 2014
Oli Seperti Susu Coklat dan Berbusa Apa Artinya
Kondisi oli dapat menunjukkan kesehatan mesin. Cukup dengan melihat warna, merasakan dengan jari atau dengan memeriksa kuantitas cairan yang berfungsi sebagai pelumas ini. Salah satu contoh kerusakan yang bisa kita deteksi dengan memeriksa oli adalah ada tidaknya kerusakan pada silinder head.
Coba lihat oli mobil Anda. Bila warnanya seperti susu coklat serta agak berbusa, ada kemungkinan telah terjadi kerusakan pada silinder head. Secara teknis, para mekanik menyebutnya dengan istilah silinder head “melenting” (permukaan yang seharusnya menempel dengan blok silinder berubah bentuk).
Perubahan bentuk itu mengakibatkan silinder head tidak menempel rapat dengan blok silinder. Akibatnya, ada banyak celah diantara silinder head dan blok silinder. Padahal, pertemuan antara silinder head dan blok silinder seharusnya sangat presisi. Kepresisian itu sangat penting agar air radiator yang terdapat di water jacket tidak merembes dan bercambur dengan oli.
Itulah sebabnya ketika kita mendapati oli yang warnanya sudah seperti susu coklat serta agak berbusa kita dapat menduga bahwa telah terjadi kerusakan pada silinder head. Oli berubah warna dan berbusa karena telah bercampur dengan air radiator. Karena telah bercampur air, ciri kerusakan pada silinder head juga diindikasikan dengan kuantitas oli yang tampak lebih banyak.
Meskipun efeknya tidak terlalu terasa, jangan biarkan kondisi oli yang seperti ini. Sebab, campuran tersebut praktis akan menurunkan kemampuan oli dalam melumasi logam-logam yang bergesekan.
Lalu, mengapa silinder head sampai “melenting”? Satu hal yang paling mungkin membuat komponen ini berubah bentuk adalah overheating. Suhu yang sangat tinggi membuat logam ini memuai.
Bila hasil pemeriksaan memang menunjukkan kondisi silinder head yang sudah tidak presisi lagi, solusinya adalah membongkar silinder head. Istilah tekniknya, "bongkar ½ mesin". Lalu ganti silinder head dengan yang baru.
Beberapa kalangan sering mengatasi silinder head yang "melenting" dengan cara meratakan kembali bagian yang melengkung. Memang, persoalan dapat sedikit terselesaikan. Namun kami tak merekomendasikan cara ini. Sebab, langkah meratakan kembali silinder head tetap meninggalkan kelemahan. Yaitu, berkurangnya kemampuan mesin. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Coba lihat oli mobil Anda. Bila warnanya seperti susu coklat serta agak berbusa, ada kemungkinan telah terjadi kerusakan pada silinder head. Secara teknis, para mekanik menyebutnya dengan istilah silinder head “melenting” (permukaan yang seharusnya menempel dengan blok silinder berubah bentuk).
Perubahan bentuk itu mengakibatkan silinder head tidak menempel rapat dengan blok silinder. Akibatnya, ada banyak celah diantara silinder head dan blok silinder. Padahal, pertemuan antara silinder head dan blok silinder seharusnya sangat presisi. Kepresisian itu sangat penting agar air radiator yang terdapat di water jacket tidak merembes dan bercambur dengan oli.
Itulah sebabnya ketika kita mendapati oli yang warnanya sudah seperti susu coklat serta agak berbusa kita dapat menduga bahwa telah terjadi kerusakan pada silinder head. Oli berubah warna dan berbusa karena telah bercampur dengan air radiator. Karena telah bercampur air, ciri kerusakan pada silinder head juga diindikasikan dengan kuantitas oli yang tampak lebih banyak.
Meskipun efeknya tidak terlalu terasa, jangan biarkan kondisi oli yang seperti ini. Sebab, campuran tersebut praktis akan menurunkan kemampuan oli dalam melumasi logam-logam yang bergesekan.
Lalu, mengapa silinder head sampai “melenting”? Satu hal yang paling mungkin membuat komponen ini berubah bentuk adalah overheating. Suhu yang sangat tinggi membuat logam ini memuai.
Bila hasil pemeriksaan memang menunjukkan kondisi silinder head yang sudah tidak presisi lagi, solusinya adalah membongkar silinder head. Istilah tekniknya, "bongkar ½ mesin". Lalu ganti silinder head dengan yang baru.
Beberapa kalangan sering mengatasi silinder head yang "melenting" dengan cara meratakan kembali bagian yang melengkung. Memang, persoalan dapat sedikit terselesaikan. Namun kami tak merekomendasikan cara ini. Sebab, langkah meratakan kembali silinder head tetap meninggalkan kelemahan. Yaitu, berkurangnya kemampuan mesin. (Source : AstraWorld)
Tuesday, February 18, 2014
Daftar Harga Oli Mobil Semua Merk Lengkap
Mengingat betapa pentingnya peran sebuah oli bagi umur sebuah kendaraan (mobil), tidak heran jika banyak orang yang cermat dalam urusan memilih jenis oli apa yang cocok untuk mobil mereka sebelum memutuskan untuk membelinya.


Nah, bagi anda yang berencana membeli sebuah oli untuk mobil kesayangan anda, tidak ada salahnya jika anda melihat terlebih dahulu daftar harga oli mobil di bawah ini. Daftar harga oli mobil di bawah ini mencakup semua jenis merk seperti Top 1, AGIP, Castrol dll, jadi bisa dibilang cukup lengkap sehingga bisa anda jadikan referensi ketika anda membelinya nanti. Berikut ini daftar harganya :
| Merk Oli AGIP AGIP AGIP ARAL ARAL ARAL CALTEX CALTEX CASTROL CASTROL CASTROL CONOCO CONOCO ELF ELF ELF ENEOS ENEOS ENEOS EVALUBE EVALUBE FINA FINA FUCHS FUCHS INDOMOBIL OIL INDOMOBIL OIL INDOMOBIL OIL MOBIL 1 MOBIL 1 MOBIL 1 MOTUL MOTUL MOTUL MOTUL PENZOIL PENZOIL PERTAMINA PERTAMINA PERTAMINA PERTAMINA PERTAMINA PETRONAS PETRONAS PETRONAS PETRONAS PETRONAS REPSOL REPSOL REPSOL REPSOL SHELL SHELL SHELL STP STP STP STP TOP 1 TOP 1 TOP 1 TOTAL TOTAL TOTAL VALVOLINE VALVOLINE VALVOLINE | Jenis Oli Extra HTS5-40 Sint 2000 10W-40 SJ/CF Formula 2000 Extra 10W-40 SJ/CF Blue tronic 10W-40 Extra turboral 10W-40 Super tronic 10W-40 Havoline energy synth 5W-30 Havoline motor oil 20W-50 Edge 5W-40 Magnatec 10W-40 New GTX 20W-50 SL/CF Diamond 5W-40 Syncon 5W-40 Competition 10W-40 SM Super sporty SM 15W-50 Turbo Diesel 15W-40 Molybdenum 10W-40 Touring 20-50 SJ/CF Touring Pro Racing 5W-50 DEO SAE 40 GEO 20W-50 Exofina turbo 10W-40 First 5W-40 Titan carat MC 10W-40 Titan GT 20W-50 HP 20W-50 Supersyn 20W-50 SG Supreme 10W-40 SL Mobil1 5W-50 Super S 10W-40 XHP 15W-50 300 V Chrono 10W-40 (2ltr) 6100 Synergie 5W-40 Multi Power 15W-50 Multi Power Plus 10W-40 GT Performance Plus 20W-50 Multivis 10W-40 Fastron 10W-40 SL (1L) Mesran prima 20W-50 Fastron 20W-50 SL (1L) Prima XP 10W-40 SL (1L) Prima XP 20W-50 SJ (1L) Mach 5 SL 20W-50 Mach 20W-50 Syntium 10W-30 Syntium 800 10W-40 SM Syntium 800 15W-50 SL Competition 5W-40 Elite injectiion 10W-40 Elite Multivalvulas 10W-40 Elite super 20W-50 Plus 10W-40 Super 15W-50 Ultra 5W-40 Motor Oil 20W-50 Motor Oil SAE 20W-50 Syntetic Diesel 15W-40 Syntetic Motor Oil 10W-40 Synth Motor Oil 20W-50 Synth Super Plus 15W-50 Zenzation 10W-40 Quartz 5000 15W-50 Quartz 7000 10W-40 Quartz 9000 5W-40 D-Max 15W-40 Synmax 15W-50 Synpro 15W-50 | Harga Oli 36.000 61.000 79.500 95.500 108.000 232.000 92.000 39.500 128.000 51.500 36.500 45.000 107.500 61.000 44.500 51.000 54.000 43.500 117.000 25.000 23.500 610.000 98.000 53.000 37.500 39.900 36.000 47.000 151.000 78.500 51.500 50.000 146.000 63.000 73.000 31.000 47.000 52.000 45.500 33.000 40.000 35.000 37.500 30.000 57.000 51.000 48.000 148.000 59.000 72.000 50.000 59.000 41.000 149.000 38.000 38.000 43.000 47.500 40.000 40.000 53.000 40.000 53.000 88.500 44.000 52.000 95.000 |
Daftar harga oli mobil yang kami tampilkan di atas mungkin bisa sedikit berbeda untuk daerah anda, sebab adanya perbedaan biaya transport antar daerah yang berbeda. Tapi, jangan khawatir, anda masih bisa menjadikan daftar harga oli mobil di atas sebagai pegangan atau referensi ketika anda membelinya nanti di daerah anda. Sebab, kalaupun ada perbedaan, kemungkinan besar selisihnya tidak akan terlalu jauh dari daftar harga di atas.
Subscribe to:
Comments (Atom)
