Showing posts with label karena. Show all posts
Showing posts with label karena. Show all posts

Wednesday, September 3, 2014

Berkurangnya Oli Mesin Karena Rusaknya Fuel Pump tipe Mekanis Membran

Hanya sekedar sharing saja.......

Berkurang oli mesin selain disebabkan oleh ausnya/bocornya baut utup bak karter oli, juga disebabkan oleh ausnya seal klep, ausnya ring piston, breather (engine ventilation system), dll ternyata bisa juga disebabkan oleh rusaknya membran pada fuel pump yg masih menganut system mekanis/membran.

Dalam kasus ini sudah beberapa kali terjadi pada mobil Suzuki Katana dan Suzuki Karimun yang downgrade menggunakan fuel pump tipe mekanis bahwa dengan sobeknya membran juga salah satu penyebab berkurangnya oli mesin pada mobil.

Pompa bahan bakar mekanik (mecanikal fuel pump), mempunyai sebuah diaphragma yang letaknya tepat ditengah-tengah seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Sepasang katup, yang bekerja dengan arah yang berlawanan, dipasangkan di dalam pompa. Katup ini digerakan oleh daya balik diaphrgma untuk menekan bahan bakar ke karburator. Diaphragm digerakan oleh rocker arm yang digerakan oleh putaran nok camshaft.

Nok cam berputar, maka rocker arm akan kembali ke posisi semula sehingga diaphragm didorong ke atas oleh pegas, akibatnya bahan bakar terdorong melalui katup keluar dan terus mengalir ke larburator. Dalam keadaan seperti ini katup keluar terbuka dan katup masuk tertutup. Tekanan penyaluran pompa sekitar 0,2 s/d 0,3 kg/cm2.

Rocker arm dalam pergerakkannya juga dilumasi oleh oli mesin agar bisa bergerak smooth, jika karet membran mengalami kerusakan, maka oli yg menempel pada rocker arm ini juga akan tersedot oleh kevacuuman tadi walupun sedikit tapi sering terjadi akibatnya BBM yg telah bercampur oli akan memasuki karburator dan ada sebagian yang kembali ke dalam tangki, kondisi ini lama kelamaan juga mengakibatkan bercampurnya oli mesin dengan BBM di dalam tangki.

Yang terjadi pada beberapa mobil tadi adalah karena kurangnya perhatian pemilik, maka kondisi tersebut lama kelamaanmenyebabkan volume oli di dalam mesin akan terus berkurang bahkan sampai melebihi batas toleransi sehingga menyebabkan kerusakan yg akut pada komponen2 mesin karena tidak berfungsinya fungsi pelumasan sehingga harus menjalani O/H mesin.

Berikut dokumentasinya :

Kondisi fuel pump yang telah dilepas dari dudukannya :


Kondisi fuel pump setelah dibuka :


Kondisi karet membran yang telah sobek :


Kondisi metal yg terlihat baret :



Kondisi ke-4 piston yg mengalami baret-baret parah :



Kondisi combustion chamber yang penuh dengan penumpukan kerak carbon :


Bukan hanya part-part di atas saja yang mengalami kerusakan, tetapi juga Main bearing ( metal duduk ), Rod bearing (metal jalan ), Rocker Arm ( pelatuk klep ), Shaft roker arm, dll

Bagi teman yg menggunakan fuel pump tipe mekanis jika di knalpot mengeluarkan asap putih, bisa jadi ada kerusakan pada fuel pump tersebut segera lakukan pengecheckan.

Untuk menghindari hal tersebut, lakukan pengecheckan fuel pump tipe mekanis ini minimal 2 minggu sekali untuk memastikan tidak ada masalah pada part2 tersebut sehingga masalah yang bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin mobil kesayangan bisa dicegah sedini mungkin.

Semoga bermanfaat.


NB :

Special thanks to sahabat saya Mas Sugi yang mau berbagi dan ngoprek bareng dengan saya mengenai segala permasalahan mobil, khususnya Suzuki Karimun

Jika ada teman2 yg ingin sharing mengenai segala permasalahan pada Suzuki Karimunnya, bisa sharing dengan saya di Facebook "NSS Bekasi" dan jika ingin ikut ngoprek bareng dengan saya, silahkan hadir di Nekat Speedshop Bekasi Barat dengan jadwal yang akan diinformasikan padadinding Facebook di atas

Salam
Selengkapnya..

Saturday, April 19, 2014

Mobil Bergetar Karena Ban Bergelombang

Masih wajar jika mobil bergetar atau bergoyang saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata. Tapi, jika melintas di atas jalan mulus mobil bergetar, sebagai pengendara kita musti mulai waspada. Selain kurang nyaman, getaran seperti ini menandakan ada masalah di seputar ban.

Tuduhan pertama yang diarahkan para teknisi jika kasus seperti ini muncul biasanya adalah perlunya spooring dan balancing. Tapi ternyata penyebab kasus seperti di atas bukan hanya itu. Getaran bisa saja terjadi meskipun ban telah di-spooring dan balancing.

Salah satu penyebab lain munculnya getaran adalah ban benjol atau bergelombang (permukaan ban tidak rata). Jika benjolannya kecil, umumnya getaran akan terasa pada kecepatan sedang (sekitar 60-80 km/jam). Namun, pada benjolan yang ekstrem efeknya bisa menyebabkan mobil terasa bergoyang. Bahkan, jika benjolan ekstrem ini ada di ban depan, pengaruhnya akan mengakibatkan kemudi bergetar.

Karena itu, seandainya mobil terasa bergetar padahal kondisi jalan mulus, jangan lupa periksa ban-ban mobil Anda. Periksa secara fisik. Ban yang benjol akan terasa saat kita raba dengan tangan. Pemeriksaan akan lebih akurat jika kendaraan diangkat hingga roda-roda kendaraan naik. Kemudian putar ban perlahan lahan. Putaran ban yang benjol akan terlihat tidak simetris. Bagian yang menonjol akan cenderung bergerak ke arah luar.

Satu-satunya cara mengatasi getaran akibat ban benjol adalah mengganti dengan ban baru.

Ada dua hal yang seringkali memicu benjolan di ban. Pertama, pengereman mendadak. Pada kendaraan yang belum menggunakan ABS (anti lock braking system), pengereman mendadak akan membuat ban “terkunci” sehingga permukaan ban tertentu mengalami gesekan yang lebih kuat dari permukaan lain. Gesekan ini menyebabkan kembang ban aus yang memudahkan munculnya benjolan.

Kedua, shock breaker yang sudah rusak. Shock breaker yang kurang sempurna membuat body mobil berayun. Ayunan yang berlebih ini dapat mengakibatkan beban tekanan yang tidak sama pada permukaan ban.

Namun, jangan khawatir. Jika Anda tergolong pengendara yang hati-hati dalam memilih ban, kasus ban benjol mustinya tidak pernah terjadi. Sebab, penyebab terbesar yang memicu benjol adalah faktor kualitas. Ban benjol umumnya terjadi pada ban-ban dengan kualitas rendah.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Tuesday, April 8, 2014

Mesin Kurang Tenaga Karena Fuel Filter Kotor

Meskipun sudah sering diingatkan, masih banyak pengendara yang terkejut ketika mesin terasa tak bertenaga. Setelah diperiksa, ternyata fuel filter kotor. Hubungan antara fuel filter (saringan bahan bakar) dan kerja mesin memang erat. Jika komponen ini terlalu kotor, supply bensin ke ruang bakar terganggu sehingga kinerja mesin ikut bermasalah.

Karena itu, sangat disarankan untuk membersihkan fuel filter secara berkala. Biasanya setiap kelipatan 5.000 km. Lakukan pula penggantian fuel filter setiap kelipatan 10.000 km.

Penggantian perlu dilakukan rutin mengingat bahan dasar fuel filter adalah kertas. Di kertas inilah terdapat pori-pori untuk menyaring bahan bakar. Lama kelamaan pori-pori tersebut kian rapat sehingga bahan bakar sama sekali sulit menembusnya. Jika sudah demikian rapat, mau tidak mau harus ganti dengan fuel filter baru.

Memeriksa dan mengganti fuel filter akan jauh lebih ringan ketimbang memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan bila fuel filter tidak bekerja dengan baik. Sebagai saringan, peran fuel filter bagi kinerja mesin sangat besar. Komponen ini menghentikan kotoran dan air yang mungkin terkandung dalam bahan bakar.

Andai saja tidak ada fuel filter, material-material perusak itu bisa terus menerobos masuk ke sistem bahan bakar. Implikasi-implikasi jika material itu tak tersaring diantaranya adalah:

Pertama, pembakaran jadi tidak sempurna karena bahan bakar mengandung banyak air, misalnya. Emisi gas buangnya pun tidak ramah lingkungan.

Kedua, kandungan air atau kotoran yang ada di bahan bakar juga bisa mengakibatkan kerusakan (keausan) pada komponen-komponen yang dilaluinya. Misalnya, karat pada dinding-dinding cylinder block. Bila keausan ini terjadi, akan memicu kebocoran pada ruang bakar.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..