Showing posts with label bocor. Show all posts
Showing posts with label bocor. Show all posts

Thursday, May 15, 2014

Menambal ban bocor bermodalkan LEM

Bagi rekan-rekan yang menyukai berkendara (khususnya untuk kendaraan mobil), masalah ban tentu sering ditemui dan harus diwaspadai. Meskipun ban masih baru, tapi jika sedang apes, bisa terjadi seperti ban kempes karena tertusuk benda lancip seperti paku dan semacamnya. Lalu ban tersebut digantikan ban serep dan dibawa ke tukang tambal ban. Apa yang dilakukan tukang tambal? Kiamatlah sudah ban baru kita. Ban yang tadinya utuh sekarang ditusuk dengan alat tusuk yang sebesar kelingking. Ban yang tadinya bocor hanya seujung jarum dibikin bolong seperti mulut pipa. Setelah dibuat bolong, tali serabut disumbatkan ke bolongan ban dengan regangan yang cukup potensial untuk semakin merusak ban. Mulai dari bahan karetnya, anyaman benangnya sampai anyaman kawatnya dibuat sobek dan putus berantakan, sehingga ban kita menjadi semakin lemah.

Inilah bentuk kiamat dari ban kita setelah membayar ongkos tambal 8 - 10 ribu perak. Untuk pertama kalinya tambalan mungkin masih bisa bertahan selama beberapa minggu atau bulan.. Tapi jika bocor lagi dititik yang sama dan tidak bisa lagi disumbat dengan tali serabut itu. Tapi harus menambal dengan menggunakan ban dalam!

Inginkah kita seperti itu?

Inilah cara yang jauh lebih unggul dalam hal kekuatan, tidak merusak sama sekali), hemat waktu, biaya dantenaga, dan dapat dikerjakan sendiri tanpa melepas roda.

Dongkraklah roda yang bannya bocor, tidak perlu dilepas. Lalu putar setir agar ban mengarah keluar spakboard. Pompa sampai penuh lalu putar perlahan sambil disirami air Setelah tampak gelembung udara pertanda bocornya, tandai daerah bocor (sebaiknya lingkari pakai penanda yang terang seperti tipe-ex). Cucilah hingga bersih di sekitar daerah bocor itu lalu dilap dengan lap kering. Setelah kering tetesi dengan lem perekat super sehingga lem meresap ke dalam lubang. Cukup dengan lem power yang harganya Rp.3000 saja. Bantulah dengan menusuk-nusukkan benda lancip seperti paku yang bersih ke lubang agar lem lebih lancar masuk. Lalu tunggu kering selama beberapa menit.

Lalu pompa lagi
Ok! Pekerjaan menambal selesai.

Apa keunggulannya?
(1) Kuat dan anti gagal. Daya adesi lem power lebih tinggi dibanding daya kohesi karet sendiri. So, titik ini menjadi lebih kuat daripada bagian yang lain. Tidak ada bagian yang mungkin copot atau terpental, karena hanya menggunakan lem..
Life time guarantee!
(2) Tidak terjadi pelemahan sedikitpun pada jaringan ban.
(3) Tidak menambah massa yang mempengaruhi balancing.
(4) Tidak akan pernah membutuhkan ban dalam sepanjang umur ban.
Menggunakan ban dalam menambah biaya, menambah rumit setting roda, keandalan yang lebih rendah dan risiko kegagalan yang jauh lebih tinggi.
(5) Tidak tergantung pada orang lain dan tukang tambal ban maupun alat-alat yang lebih
rumit. Dapat dilakukan sendiri dengan mudah, cukup bermodalkan sebuah lem power glue Rp.3000 saja, satu pompa sepeda anak-anak di rumah, dan dongkrak yang sudah ada. Biaya yang jauh lebih rendah. Satu tabung kecil lem power dapat menambal puluhan titik bocor.
(6) Kondisi ban tetap utuh, seolah-olah ban tidak pernah mengalami bocor. Tidak merusak jaringan karet, benang dan kawat ban..

Selamat mencoba.
Selengkapnya..

Thursday, April 24, 2014

Tenaga Kendor Akibat Knalpot Bocor

Jangan tergesa-gesa menyalahkan performa mesin jika Anda merasa mobil kurang bertenaga. Bukan tak mungkin kesalahan terletak pada komponen lain. Karena knalpot bocor, misalnya. Untuk mengetahui kebocoran knalpot dapat dilakukan dengan cara mendengar. Knalpot yang bocor biasanya menghasilkan suara gas buang lebih berisik dan keras seiring putaran mesin.

Bila benar knalpot mengalami kebocoran, perbaikan dapat dilakukan dengan mengelas bagian-bagian yang bocor. Namun jika sudah terlalu parah dan keropos di mana-mana, mau tidak mau knalpot tersebut harus diganti dengan yang baru.

Knalpot bocor memang dapat mempengaruhi performa mesin. Hubungan sebab akibat itu terjadi karena secara teknis kebocoran pada knalpot dapat mengurangi pemanfaatan panas yang dihasilkan mesin.

Normalnya, dari 100% panas yang dihasilkan mesin, 32% hilang akibat pendinginan mesin, 6% hilang akibat gesekan, 3% hilang akibat bermacam pompa di mesin, 34% akan terbuang melalui gas buang. Nah, hanya 25% lah yang dimanfaatkan untuk menjadi tenaga. Jumlah untuk tenaga inilah yang akan semakin kecil jika knalpot bocor. Karena panas mesin yang terbuang ke udara bebas melalui knalpot semakin besar. Itu sebabnya mesin terasa kurang bertenaga.

Selain masalah usia, kebocoran pada knalpot umumnya dipicu oleh korosi (karat). Korosi pada komponen knalpot bisa terjadi karena efek kondensasi (karena perbedaan temperatur antara di dalam dan di luar pipa knalpot) maupun karena kandungan garam yang cukup tinggi di udara sekitar kendaraan.

Dari uraian itu, ada beberapa tindakan yang perlu kita perhatikan agar kasus knalpot bocor tidak terjadi.

Jangan sering-sering idling (stationer) atau berkendara dalam kecepatan rendah pada waktu yang lama. Ini untuk mencegah mengendapnya air dalam pipa knalpot.
Jagalah kebersihan bagian kolong kendaraan terutama pada saat musim hujan. Di antaranya adalah pipa atau saluran knalpot.
Beri perhatian extra pada knalpot bila sering melewati daerah-daerah yang mengandung kadar garam yang tinggi (melewati pantai misalnya). Cara ini untuk mencegah korosi.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Thursday, April 17, 2014

Cegah Radiator Bocor dengan Perawatan Berkala

Ada beberapa hal yang paling sering memicu kebocoran pada radiator. Yaitu: korosi (karat), benturan (baik karena tabrakan maupun karena terkena kibasan kipas radiator). Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tekanan air radiator. Akibat penyebab-penyebab ini, mungkin saja terbentuk rongga atau celah di plat-plat (fiber) radiator tempat air merembes keluar.

Karena radiator bocor, sistem pendingin tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, temperatur mesin pun tidak terkontrol dan terjadilah overheating ketika mesin terus dipaksa bekerja tanpa pendinginan. Kita tentu sudah hapal bila mesin mengalami overheating. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok saat dikendarai di tengah jalan. Sayang sekali, kan?

Sebelum mengalami masalah-masalah seperti itu, antisipasilah terjadinya kebocoran pada radiator. Pencegahan dapat dilakukan dengan merawat sistem pendingin. Untuk ini, ada beberapa tips yang kami sarankan:

1. Lakukan pemeriksaan air radiator secara rutin pada tangki cadangan. Jika permukaan air di tangki cadangan berada di bawah garis MIN, segera tambahkan. Jika sudah tampak kotor dan tampak keruh, kuras dan ganti dengan air radiator yang baru.

2. Gunakan cairan khusus radiator saat mengisi radiator (coolant). Selain membantu proses pendinginan, di dalam cairan tersebut juga terdapat zat yang dapat mengurangi korosi pada radiator dan mesin. Korosi dan kotoran pada air pendingin sangat tidak baik karena dapat mengganggu proses pendinginan. Kami sarankan untuk menggunakan air coolant yang berjenis ethlylene glycol berkualitas tinggi.

3. Bersihkan kisi-kisi radiator dengan menyemprotkan air pada sirip radiator.

4. Periksa kemungkinan terjadi kebocoran baik pada selang-selang maupun radiator. Kebocoran selang dapat dipantau secara manual dengan melihat ada tidaknya tetesan. Tapi, untuk mengecek kebocoran pada radiator harus menggunakan alat khusus (sst atau special service tools). Radiator mobil Anda akan diperiksa dengan alat ini jika datang ke bengkel-bengkel jaringan Astra International.

5. Kondisi radiator dan kinerja sistem pendingin Anda akan lebih terjaga jika rutin melakukan servis berkala. Jangan lupa membawa mobil Anda ke bengkel-bengkel jaringan Astra. Saat servis berkala mulai dari 1.000 kemudian tiap kelipatan 10.000 km, salah satu bagian yang akan diperiksa adalah kondisi sistem pendingin.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..

Thursday, February 13, 2014

Cara Mengatasi Minyak Rem yang Bocor pada Mobil

Rem, merupakan salah satu bagian yang sangat penting pada semua jenis kendaraan tak terkecuali pada mobil. Sebab, apa jadinya jika sebuah mobil tidak memiliki rem ataupun remnya kurang berfungsi dengan baik, pasti kecelakaan tidak akan bisa terhindarkan. Nah, kasus kurang maksimalnya kerja rem pada mobil, sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah disebabkan karena mungkin ada minyak rem yang bocor pada bagian-bagian pengereman.

Nah, bila hal ini (minyak rem yang bocor) yang terjadi pada mobil anda, anda bisa mengatasinya atau memperbaikinya sendiri dengan cara yang cukup sederhana. Pertama kali yang perlu anda lakukan adalah mengecek bagian demi bagian komponen rem pada mobil anda untuk menemukan dimana letak kebocoran tersebut. Bagian-bagian pada sektor rem yang perlu anda periksa meliputi kaliper, sepatu rem dan selang rem.
Cara memperbaiki rem bocor
Dimulai dari kaliper, pastikan bagian kaliper ini masih berfungsi dengan baik. Tapi jika setelah anda cek ternyata kalipernya tidak bekerja dengan maksimal karena mungkin sudah aus, sebaiknya segera anda ganti dengan kaliper yang baru.

Jika bagian kaliper anda rasa sudah beres, kemudian lanjutkan dengan mengecek bagian sepatu rem. Di sini, anda juga harus pastikan jika sepatu rem ini masih dalam kondisi yang baik tidak dalam kondisi basah oleh cairan.

Langkah selanjutnya, silahkan anda cek bagian selang remnya. Biasanya bagian inilah yang sering mengalami kebocoran minyak. Mengapa? Sebab, selang rem merupakan komponen yang berfungsi sebagai penyalur minyak rem. Jadi, jika ada sedikit masalah seperti lubang pada selang rem, tentu minyak remnya akan bocor. Jika kondisi ini yang sedang yang terjadi pada mobil anda, maka segera ganti dengan yang baru.

Setelah semuanya selesai anda periksa, dan komponen-komponen yang kinerjanya kurang maksimal tadi sudah anda ganti, barulah anda lanjutkan dengan melakukan pengisian ulang minyak remnya.
Selengkapnya..