Showing posts with label setelah. Show all posts
Showing posts with label setelah. Show all posts
Saturday, April 12, 2014
Indikator Baterai Menyala Setelah Melibas Genangan
Seorang customer cukup panik ketika berkendara saat banjir tempo hari. Bukan karena mobilnya terjebak air, tapi karena lampu indikator baterai menyala terus setelah melibas genangan. Keterangan di manual book menegaskan bahwa lampu indikator baterai yang tidak mau mati saat mesin hidup berarti telah terjadi sesuatu dengan sistem pengisian listrik.
Memang, begitulah fungsi lampu indikator. Pengendara harus segera bertindak sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah. Andai saja tanda di atas didiamkan, bukan tak mungkin mesin mobil mogok dan sulit dihidupkan. Karena, setelah diperiksa ternyata telah terjadi short circuit (konslet) pada dinamo jalan (alternator). Konslet kemudian diatasi dengan menambal insulator yang koyak.
Insulator yang koyak memang bisa memicu konslet. Sebab, benda seperti plastik ini berfungsi sebagai penyekat kabel positif dan kabel negatif. Air yang mengenang dan menyentuh dinamo dengan insulator yang koyak dapat membuat kedua kutub bermuatan listrik negatif dan positif bertemu, dan terjadilah arus pendek atau konslet pada gulungan dinamo.
Selain banjir, kasus seperti di atas juga bisa terjadi ketika kita mencuci kendaraan, terutama ketika semprotan air ke bagian mesin relatif keras. Pemicunya sama, yaitu cipratan air membuat dua kutub positif dan negatif bertemu akibat insulator yang rusak.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan masalah ini. Pertama, pastikan Anda mengetahui letak dinamo pada mesin, di bagian atas atau di bawah. Hal ini penting untuk memperkirakan ketika akan melalui genangan air. Jangan menerabas genangan air jika diperkirakan air akan menyentuh dinamo. Selain itu, jika hendak mencuci mesin, sebaiknya dinamo dilindungi sementara dengan kantong plastik.
Kedua adalah langkah perbaikan. Apabila diketahui ada kelainan pada dinamo, tidak ada cara lain kecuali harus di-over houl. Periksa secara teliti komponen apa saja yang harus dilakukan penggantian. Umumnya yang terbakar adalah gulungan pembangkit listrik (stator coil) atau gulungan pembangkit magnet (rotor coil). Pada beberapa kasus, ada juga kerusakan yang dipicu oleh kerusakan IC regulator.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Memang, begitulah fungsi lampu indikator. Pengendara harus segera bertindak sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah. Andai saja tanda di atas didiamkan, bukan tak mungkin mesin mobil mogok dan sulit dihidupkan. Karena, setelah diperiksa ternyata telah terjadi short circuit (konslet) pada dinamo jalan (alternator). Konslet kemudian diatasi dengan menambal insulator yang koyak.
Insulator yang koyak memang bisa memicu konslet. Sebab, benda seperti plastik ini berfungsi sebagai penyekat kabel positif dan kabel negatif. Air yang mengenang dan menyentuh dinamo dengan insulator yang koyak dapat membuat kedua kutub bermuatan listrik negatif dan positif bertemu, dan terjadilah arus pendek atau konslet pada gulungan dinamo.
Selain banjir, kasus seperti di atas juga bisa terjadi ketika kita mencuci kendaraan, terutama ketika semprotan air ke bagian mesin relatif keras. Pemicunya sama, yaitu cipratan air membuat dua kutub positif dan negatif bertemu akibat insulator yang rusak.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan masalah ini. Pertama, pastikan Anda mengetahui letak dinamo pada mesin, di bagian atas atau di bawah. Hal ini penting untuk memperkirakan ketika akan melalui genangan air. Jangan menerabas genangan air jika diperkirakan air akan menyentuh dinamo. Selain itu, jika hendak mencuci mesin, sebaiknya dinamo dilindungi sementara dengan kantong plastik.
Kedua adalah langkah perbaikan. Apabila diketahui ada kelainan pada dinamo, tidak ada cara lain kecuali harus di-over houl. Periksa secara teliti komponen apa saja yang harus dilakukan penggantian. Umumnya yang terbakar adalah gulungan pembangkit listrik (stator coil) atau gulungan pembangkit magnet (rotor coil). Pada beberapa kasus, ada juga kerusakan yang dipicu oleh kerusakan IC regulator.(Source : AstraWorld)
Monday, March 31, 2014
Mesin Malfungsi Setelah Extra Fan AC Mati
Ternyata, bukan hanya pengemudi yang merasa panas ketika terjadi sesuatu pada komponen AC. Mesin pun dapat ikut-ikutan ngadat. Mogok misalnya. Kasus ini pernah dialami salah seorang customer AstraWorld. Ia kaget karena tiba-tiba mesin mobilnya overheating.
Setelah diselidiki, yang menjadi pemicu masalah adalah extra fan AC. Komponen yang mestinya berfungsi mempercepat pendinginan freon dengan menghembuskan udara ke condensor itu tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, freon di condensor tidak mengalami proses kondensasi dengan baik. Maka proses pendinginan ruangan (kabin mobil) pun terganggu.
Kaitan antara ketidakberfungsian extra fan AC dan suhu mesin yang naik terjadi karena adanya kedekatan letak antara condensor AC dan radiator pendingin. Ketika extra fan AC tidak bisa menghembuskan angin dingin dari udara luar, maka suhu condensor meninggi. Ketika itulah panas pada condensor juga terasa sampai ke (diserap) radiator. Radiator jadi ikut-ikutan panas. Inilah yang kemudian memicu mesin overheating.
Bila mengalami hal seperti di atas, terpaksa untuk sementara waktu Anda harus berkendara tanpa pendingin ruangan. Matikan AC untuk mengatasi overheating. Dengan mematikan AC, maka radiator pun tidak menyerap panas yang timbul dari condensor. Solusi finalnya tentu harus dengan melakukan perbaikan extra fan AC.
Ada dua sebab umum yang biasanya memicu kerusakan extra fan AC. Pertama, faktor usia. Kedua, kelebihan freon. Tekanan freon yang berlebihan akan membuat kerja extra fan lebih berat sehingga akan membuat komponen ini cepat panas dan tidak awet. Dua hal ini semestinya menjadi perhatian penting bila ingin AC mobil awet dan tidak mengganggu kinerja mesin. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Setelah diselidiki, yang menjadi pemicu masalah adalah extra fan AC. Komponen yang mestinya berfungsi mempercepat pendinginan freon dengan menghembuskan udara ke condensor itu tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, freon di condensor tidak mengalami proses kondensasi dengan baik. Maka proses pendinginan ruangan (kabin mobil) pun terganggu.
Kaitan antara ketidakberfungsian extra fan AC dan suhu mesin yang naik terjadi karena adanya kedekatan letak antara condensor AC dan radiator pendingin. Ketika extra fan AC tidak bisa menghembuskan angin dingin dari udara luar, maka suhu condensor meninggi. Ketika itulah panas pada condensor juga terasa sampai ke (diserap) radiator. Radiator jadi ikut-ikutan panas. Inilah yang kemudian memicu mesin overheating.
Bila mengalami hal seperti di atas, terpaksa untuk sementara waktu Anda harus berkendara tanpa pendingin ruangan. Matikan AC untuk mengatasi overheating. Dengan mematikan AC, maka radiator pun tidak menyerap panas yang timbul dari condensor. Solusi finalnya tentu harus dengan melakukan perbaikan extra fan AC.
Ada dua sebab umum yang biasanya memicu kerusakan extra fan AC. Pertama, faktor usia. Kedua, kelebihan freon. Tekanan freon yang berlebihan akan membuat kerja extra fan lebih berat sehingga akan membuat komponen ini cepat panas dan tidak awet. Dua hal ini semestinya menjadi perhatian penting bila ingin AC mobil awet dan tidak mengganggu kinerja mesin. (Source : AstraWorld)
Sunday, March 30, 2014
Suara Berderit Setelah Melibas Genangan
Pada edisi sebelum ini, AstraWorld pernah mengulas efek air terhadap kinerja baterai. Kasus itu dialami seorang customer AstraWorld ketika banjir beberapa waktu lalu.
Rupanya, banjir tempo hari yang nyaris melumpuhkan para pengendara di ibukota juga memunculkan kasus serupa. Ada seorang member AstraWorld yang mendengar suara berderit di ruang mesin setelah mobil yang digunakan melibas genangan. Seperti suara tikus, terdengar “cit... cit.. cit” ketika mesin hidup. Tapi suara itu tidak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian suara itu hilang dengan sendirinya.
Kendati tidak terganggu lagi, sebagai pengendara yang sangat memperhatikan kendaraannya, member AstraWorld ini tetap ingin tahu kasus tersebut dengan sejelas-jelasnya. Maka ia pun mengirim pertanyaan ke customerservice@com.
Dari deskripsi kasus, tampak bahwa bunyi berderit tersebut muncul karena tali kipas yang basah setelah melibas genangan. Tali kipas yang basah mudah slip. Efek slip inilah yang menimbulkan bunyi berderit. Ketika kering, tali kipas bekerja normal kembali. Itu sebabnya suara aneh tidak terdengar lagi.
Kita tidak perlu khawatir jika mengalami kejadian serupa. Selama kondisi tali kipasnya masih layak pakai, maka kejadian seperti itu tidak akan berdampak pada kinerja mesin mobil.
Yang perlu sedikit diperhatikan di sini adalah apabila setelah timbulnya bunyi dibarengi dengan perubahan pada meter ukur di instrumen panel. Misalnya, lampu gambar baterai menyala. Ini salah satu tanda adanya kemungkinan tali kipas lepas atau putus.
Jika lepas atau putus tentu akan berakibat fatal. Sebab, tali kipas merupakan komponen mobil yang berfungsi sebagai penghubung gerak putaran yang dihasilkan oleh mesin. Melalui tali kipas inilah gerak putaran mesin digunakan untuk memutar alternator (dinamo amper) penghasil arus listrik. Selain itu, tali kipas berguna dalam proses sirkulasi air pendingin mesin.
Karena itu, sangat penting untuk merawat dan memeriksa tali kipas. Alangkah baiknya jika Anda melakukan pemeriksaan dan penggantian secara rutin sesuai dengan km yang sudah ditentukan.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Rupanya, banjir tempo hari yang nyaris melumpuhkan para pengendara di ibukota juga memunculkan kasus serupa. Ada seorang member AstraWorld yang mendengar suara berderit di ruang mesin setelah mobil yang digunakan melibas genangan. Seperti suara tikus, terdengar “cit... cit.. cit” ketika mesin hidup. Tapi suara itu tidak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian suara itu hilang dengan sendirinya.
Kendati tidak terganggu lagi, sebagai pengendara yang sangat memperhatikan kendaraannya, member AstraWorld ini tetap ingin tahu kasus tersebut dengan sejelas-jelasnya. Maka ia pun mengirim pertanyaan ke customerservice@com.
Dari deskripsi kasus, tampak bahwa bunyi berderit tersebut muncul karena tali kipas yang basah setelah melibas genangan. Tali kipas yang basah mudah slip. Efek slip inilah yang menimbulkan bunyi berderit. Ketika kering, tali kipas bekerja normal kembali. Itu sebabnya suara aneh tidak terdengar lagi.
Kita tidak perlu khawatir jika mengalami kejadian serupa. Selama kondisi tali kipasnya masih layak pakai, maka kejadian seperti itu tidak akan berdampak pada kinerja mesin mobil.
Yang perlu sedikit diperhatikan di sini adalah apabila setelah timbulnya bunyi dibarengi dengan perubahan pada meter ukur di instrumen panel. Misalnya, lampu gambar baterai menyala. Ini salah satu tanda adanya kemungkinan tali kipas lepas atau putus.
Jika lepas atau putus tentu akan berakibat fatal. Sebab, tali kipas merupakan komponen mobil yang berfungsi sebagai penghubung gerak putaran yang dihasilkan oleh mesin. Melalui tali kipas inilah gerak putaran mesin digunakan untuk memutar alternator (dinamo amper) penghasil arus listrik. Selain itu, tali kipas berguna dalam proses sirkulasi air pendingin mesin.
Karena itu, sangat penting untuk merawat dan memeriksa tali kipas. Alangkah baiknya jika Anda melakukan pemeriksaan dan penggantian secara rutin sesuai dengan km yang sudah ditentukan.(Source : AstraWorld)
Subscribe to:
Comments (Atom)