Showing posts with label atasi. Show all posts
Showing posts with label atasi. Show all posts
Sunday, April 13, 2014
Cara Lain Atasi Susah Pindah Gigi Mundur
Ada beberapa solusi untuk mengatasi kesulitan meng-over transmisi manual ke posisi mundur. Pada edisi sebelumnya AstraWorld mengungkapkan satu cara, yaitu: lepas pedal kopling, kemudian injak kembali pedal kopling, baru masukkan gigi ke posisi mundur.
Coba saja cara tersebut. Praktis, tuas transmisi langsung mudah masuk di posisi mundur. Mobil pun dapat digerakkan ke belakang. Beberapa pengendara sudah membuktikan keampuhan solusi dalam mengatasi masalah yang biasa muncul saat hendak parkir ini.
Salah satu langkah lain untuk mengatasi masalah serupa adalah: masukkan dahulu ke gigi 1, baru kemudian geser transmisi ke posisi mundur. Hasilnya sama. Tuas transmisi akan mudah masuk ke posisi mundur.
Alasan teknis di balik solusi ini hampir mirip dengan langkah pertama. Saat hendak mundur sangat mungkin kita mengalami masalah seperti di atas karena komponen gigi mundur disusun dengan konstruksi sejajar (sliding). Untuk bisa masuk, mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar harus berada pada posisi yang sangat pas. Sedikit saja meleset, tuas akan terasa keras. Seolah ada sesuatu yang mengganjal.
Memang, tuas yang terasa keras itu berarti ada sesuatu yang mengganjal. Ganjalan itu akan hilang setelah tuas transmisi kita posisikan ke gigi 1 terlebih dahulu. Ini ada kaitannya dengan konstruksi gigi maju (1, 2, 3, 4 dan 5) yang menggunakan sistem syncromesh. Pada saat gigi di posisi 1, maka syncromesh menyamakan gigi pemutar dengan gigi yang akan diputar.
Pergeseran pada konstruksi gigi maju tersebut dapat mengakibatkan pergeseran pula di konstruksi gigi mundur. Implikasi selanjutnya, kemungkinan besar akan terjadi kesesuaian antara mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar. Kesesuaian itulah yang kemudian memudahkan kita dalam menggeser tuas transmisi ke posisi mundur.
Seandainya masih terasa keras juga, artinya pergeseran tersebut belum sampai pada titik yang pas. Ulangi lagi langkah serupa: masukkan ke gigi 1, baru kemudian geser tuas transmisi ke posisi mundur.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Coba saja cara tersebut. Praktis, tuas transmisi langsung mudah masuk di posisi mundur. Mobil pun dapat digerakkan ke belakang. Beberapa pengendara sudah membuktikan keampuhan solusi dalam mengatasi masalah yang biasa muncul saat hendak parkir ini.
Salah satu langkah lain untuk mengatasi masalah serupa adalah: masukkan dahulu ke gigi 1, baru kemudian geser transmisi ke posisi mundur. Hasilnya sama. Tuas transmisi akan mudah masuk ke posisi mundur.
Alasan teknis di balik solusi ini hampir mirip dengan langkah pertama. Saat hendak mundur sangat mungkin kita mengalami masalah seperti di atas karena komponen gigi mundur disusun dengan konstruksi sejajar (sliding). Untuk bisa masuk, mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar harus berada pada posisi yang sangat pas. Sedikit saja meleset, tuas akan terasa keras. Seolah ada sesuatu yang mengganjal.
Memang, tuas yang terasa keras itu berarti ada sesuatu yang mengganjal. Ganjalan itu akan hilang setelah tuas transmisi kita posisikan ke gigi 1 terlebih dahulu. Ini ada kaitannya dengan konstruksi gigi maju (1, 2, 3, 4 dan 5) yang menggunakan sistem syncromesh. Pada saat gigi di posisi 1, maka syncromesh menyamakan gigi pemutar dengan gigi yang akan diputar.
Pergeseran pada konstruksi gigi maju tersebut dapat mengakibatkan pergeseran pula di konstruksi gigi mundur. Implikasi selanjutnya, kemungkinan besar akan terjadi kesesuaian antara mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar. Kesesuaian itulah yang kemudian memudahkan kita dalam menggeser tuas transmisi ke posisi mundur.
Seandainya masih terasa keras juga, artinya pergeseran tersebut belum sampai pada titik yang pas. Ulangi lagi langkah serupa: masukkan ke gigi 1, baru kemudian geser tuas transmisi ke posisi mundur.(Source : AstraWorld)
Friday, February 21, 2014
Trik Atasi Susah Pindah Gigi pada Yamaha V ixion
Penunggang Yamaha V-ixion seringkali merasakan saat memindahkan gigi kadang gampang kadang susah. Gigi seperti nyangkut.
Hal ini diakibatkan panas yang ditimbulkan pada kampas kopling. Selama motor bergerak atau motor dipakai di jalanan menanjak dan macet terlalu lama bikin kampas panas dan mengembang sehingga. Sehingga agak menebal.
Karena menebal, kopling tidak bisa membuka secara leluasa ketika tuasnya ditarik. Sehingga seperti ada hambatan. Ketika tuas kopling ditarik, harusnya kopling terbuka, gigi bisa digerakkan. Tapi, akibat mengembang, jadi mengganggu ketika tuas ditarik. Akibatnya pindah gigi terasa susah.
Padahal pada kondisi dingin, tuas bisa dipakai seperti biasa. Pindah gigi enggak ada masalah tetap lancar. Sebenarnya untuk menyelesaikan persoalan ini gampang banget. Cukup setelan koplingnya digeser.
Untuk penyetelan kopling bisa dilakukan dengan 2 cara. Yaitu dari bagian atas kabel kopling atau dari bagian ujung bawahnya kabel kopling.
Cara pertama, lewat bagian atas kabel kopling yang menghubungkan dengan tuas. Cukup mundurin jarak main tuas, dengan memutar penguncinya sampai jarak main handel maksimal. Karena jarak main hendel yang terlalu banyak jadi salah satu faktor penyebab. Mundurin secukupnya, lalu kencangkan kembali kuncinya biar nggak geser-geser lagi.
Bisa juga dengan cara kedua yaitu melalui ujung bawah kabel kopling. Perlu pakai kunci 12. Lalu putar penguncinya pakai kunci 12. Renggangkan setelan tuas koplingnya. Coba dulu tarik-tarik tuas kopling. Kalu sudah pas, kencangkan kembali penguncinya.
Tapi, kalau dua cara itu enggak bisa mengatasi masalah, cek kampas koplingnya. Karena kemungkinan kampas kopling aus dan harus segera diganti.
Hal ini diakibatkan panas yang ditimbulkan pada kampas kopling. Selama motor bergerak atau motor dipakai di jalanan menanjak dan macet terlalu lama bikin kampas panas dan mengembang sehingga. Sehingga agak menebal.
Karena menebal, kopling tidak bisa membuka secara leluasa ketika tuasnya ditarik. Sehingga seperti ada hambatan. Ketika tuas kopling ditarik, harusnya kopling terbuka, gigi bisa digerakkan. Tapi, akibat mengembang, jadi mengganggu ketika tuas ditarik. Akibatnya pindah gigi terasa susah.
Padahal pada kondisi dingin, tuas bisa dipakai seperti biasa. Pindah gigi enggak ada masalah tetap lancar. Sebenarnya untuk menyelesaikan persoalan ini gampang banget. Cukup setelan koplingnya digeser.
Untuk penyetelan kopling bisa dilakukan dengan 2 cara. Yaitu dari bagian atas kabel kopling atau dari bagian ujung bawahnya kabel kopling.
Cara pertama, lewat bagian atas kabel kopling yang menghubungkan dengan tuas. Cukup mundurin jarak main tuas, dengan memutar penguncinya sampai jarak main handel maksimal. Karena jarak main hendel yang terlalu banyak jadi salah satu faktor penyebab. Mundurin secukupnya, lalu kencangkan kembali kuncinya biar nggak geser-geser lagi.
Bisa juga dengan cara kedua yaitu melalui ujung bawah kabel kopling. Perlu pakai kunci 12. Lalu putar penguncinya pakai kunci 12. Renggangkan setelan tuas koplingnya. Coba dulu tarik-tarik tuas kopling. Kalu sudah pas, kencangkan kembali penguncinya.
Tapi, kalau dua cara itu enggak bisa mengatasi masalah, cek kampas koplingnya. Karena kemungkinan kampas kopling aus dan harus segera diganti.
Thursday, January 30, 2014
Trik Atasi Lampu Belakang Motor yang Redup
Penyebab lampu belakang enggak terang bisa disebabkan beberapa hal. Maka untuk mendeteksinya, bisa dimulai dari bagian aki. Pasokan listrik yang sudah gak stabil bisa bikin lampu belakang temaram. Nah solusinya, periksa tegangan aki dengan alat avometer.
Avometer dipakai untuk melihat tegangan listrik yang ada pada sumber listrik motor atau aki. Tegangan yang sesuai dan ideal yakni berkisar 12-12,3 Volt. Kalau kurang dari itu, tandanya aki harus dicharge. Dan jangan lupa bersihkan juga bagian konektornya dari kerak oksidasi.
Avometer dipakai untuk melihat tegangan listrik yang ada pada sumber listrik motor atau aki. Tegangan yang sesuai dan ideal yakni berkisar 12-12,3 Volt. Kalau kurang dari itu, tandanya aki harus dicharge. Dan jangan lupa bersihkan juga bagian konektornya dari kerak oksidasi.
Bagian lain, seperti kabel lampu juga bisa jadi biang kerok. Cek semua kabel yang berhubungan denga lampu belakang. Mungkin ada sambungan kabel yang bikin arus utama dari aki ke lampu belakang terganggu.
Masih remang-remang juga? Kalo gitu cek pemicu lainnya! Hal yang dimaksud adalah bagian soket-soket kabel yang mengarah ke lampu belakang. Soket yang longgar bisa bikin arus tak stabil yang akhirnya bikin lampu belakang redup
Pastikan semua soket terpasang dengan benar dan kencang. Selain itu, mumpung soket lagi ‘dibedel’, sekalian saja bersihkan pakai cairan penetran yang banyak tersedia di pasaran.
Cek juga bagian fitting lampu belakang pada rumah bohlam. Mungkin di saat pemasangan bohlam, peranti tersebut dipasang dengan posisi yang salah. Ini biasa terjadi kalau saat pemasangan bohlam diputar salah arah.
Fitting lampu juga bisa dicek pakai avometer. Kalau berkarat, tinggal bersihkan pakai ampelas halus dan semprot cairan penetran.
Pastikan semua soket terpasang dengan benar dan kencang. Selain itu, mumpung soket lagi ‘dibedel’, sekalian saja bersihkan pakai cairan penetran yang banyak tersedia di pasaran.
Cek juga bagian fitting lampu belakang pada rumah bohlam. Mungkin di saat pemasangan bohlam, peranti tersebut dipasang dengan posisi yang salah. Ini biasa terjadi kalau saat pemasangan bohlam diputar salah arah.
Fitting lampu juga bisa dicek pakai avometer. Kalau berkarat, tinggal bersihkan pakai ampelas halus dan semprot cairan penetran.
Subscribe to:
Comments (Atom)