Showing posts with label lampu. Show all posts
Showing posts with label lampu. Show all posts
Thursday, April 3, 2014
Lampu Rem Nyala Terus Periksa Switch Rem
Para pengguna jalan tentu akan terganggu jika lampu rem kendaraan bermasalah. Lampu rem yang tidak normal bahkan bisa memicu kecelakaan lalulintas. Selain bola lampu yang putus, masalah yang biasa terjadi pada lampu rem adalah tidak berfungsinya switch yang mengakibatkan lampu rem menyala terus.
Mengatasi kasus lampu rem yang tidak mau mati, sangatlah sederhana. Jika Anda mengalaminya, segera arahkan perhatian ke switch (saklar) rem pada ke rangkaian sistem lampu rem. Letaknya di atas tuas pedal rem. Switch rem inilah yang berfungsi memutus dan menyambungkan arus listrik dari baterai / aki ke lampu rem. Switch rem akan menyambungkan arus listrik ketika pedal rem diinjak, dan kembali memutus arus listrik ketika pedal rem dilepas.
Pada umumnya, ada dua kemungkinan yang dapat memicu ketidakberfungsian switch rem dalam memutus arus listrik ke lampu rem. Pertama, terjadi short circuit di dalam switch rem. Kedua, ada kabel-kabel atau rangkaian pada sistem rem yang terkelupas dan menempel/menyentuh massa.
Penyebab pertama biasanya dipicu oleh masalah usia switch rem. Short circuit terjadi karena komponen ini sudah aus sehingga spring (per) di dalamnya tidak fleksibel lagi. Dalam kasus rem yang menyala terus, spring selalu menghubungkan arus listrik positif dan negatif. Satu-satunya cara mengatasi masalah yang dipicu oleh penyebab seperti ini adalah mengganti switch rem dengan yang baru.
Sebelum melakukan penggantian, tidak ada salahnya Anda memeriksa kemungkinan penyebab kedua. Untuk mengatasi kemungkinan penyebab kedua, cukup dengan menyetel ulang kedudukan switch rem. Caranya:
1. Kendorkan baut switch rem
2. Putar switch rem ke arah luar sehingga mendekati pedal rem
3. Lakukan pengetesan on / off sistem rem dengan menginjak dan melepas pedal rem
4. Jika lampu rem bisa hidup dan mati, kencangkan baut switch rem kembali
(Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Mengatasi kasus lampu rem yang tidak mau mati, sangatlah sederhana. Jika Anda mengalaminya, segera arahkan perhatian ke switch (saklar) rem pada ke rangkaian sistem lampu rem. Letaknya di atas tuas pedal rem. Switch rem inilah yang berfungsi memutus dan menyambungkan arus listrik dari baterai / aki ke lampu rem. Switch rem akan menyambungkan arus listrik ketika pedal rem diinjak, dan kembali memutus arus listrik ketika pedal rem dilepas.
Pada umumnya, ada dua kemungkinan yang dapat memicu ketidakberfungsian switch rem dalam memutus arus listrik ke lampu rem. Pertama, terjadi short circuit di dalam switch rem. Kedua, ada kabel-kabel atau rangkaian pada sistem rem yang terkelupas dan menempel/menyentuh massa.
Penyebab pertama biasanya dipicu oleh masalah usia switch rem. Short circuit terjadi karena komponen ini sudah aus sehingga spring (per) di dalamnya tidak fleksibel lagi. Dalam kasus rem yang menyala terus, spring selalu menghubungkan arus listrik positif dan negatif. Satu-satunya cara mengatasi masalah yang dipicu oleh penyebab seperti ini adalah mengganti switch rem dengan yang baru.
Sebelum melakukan penggantian, tidak ada salahnya Anda memeriksa kemungkinan penyebab kedua. Untuk mengatasi kemungkinan penyebab kedua, cukup dengan menyetel ulang kedudukan switch rem. Caranya:
1. Kendorkan baut switch rem
2. Putar switch rem ke arah luar sehingga mendekati pedal rem
3. Lakukan pengetesan on / off sistem rem dengan menginjak dan melepas pedal rem
4. Jika lampu rem bisa hidup dan mati, kencangkan baut switch rem kembali
(Source : AstraWorld)
Cegah Kecelakaan Lampu Rem Bukan Sekadar Menyala Gaya
Faktor usia dan beban kerja membuat bohlam-bohlam lampu mobil mungkin saja putus sehingga tidak menyala. Karena itu, tiap kali servis berkala kelipatan 10.000 km, salah satu pemeriksaan yang dilakukan mekanik bengkel adalah bagian lampu-lampu. Bila sudah putus atau bahkan pancarannya mulai redup, sebaiknya ganti bohlam-bohlam lampu tersebut dengan yang baru. Termasuk, pada lampu-lampu rem.
Berhubung pengendara sulit mengetahui kondisi lampu-lampu rem ketika tengah di dalam kabin mobil, maka sebaiknya periksalah menyala atau tidaknya lampu rem sebelum mulai berkendara. Sebab, lampu rem tergolong komponen penting yang mendukung keselamatan berkendara. Lampu rem menjadi isyarat bahwa pengendara tengah menginjak pedal rem dan laju mobil akan melambat bahkan terhenti sama sekali. Di harapkan, pengendara di belakangnya juga mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan.
Saking pentingnya lampu rem bagi keselamatan berlalulintas, ketentuan lampu rem juga diatur dalam Peraturan Pemerintah No.44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi. Pada pasal 33 ditegaskan bahwa "Lampu rem berjumlah dua buah dan berwarna merah yang mempunyai kekuatan cahaya lebih besar dari lampu posisi belakang". Tujuannya, tentu saja agar ketika menyala lampu rem lebih menyolok dan pengendara yang lain sigap bertindak.
Sayangnya, di jalan raya masih sering kita temukan pengendara yang mengubah-ubah lampu rem. Misalnya, bukan lagi berwarna merah tapi diganti lampu rem menjadi berwarna putih serta menyilaukan. Menurut Eddie Soenarto, seorang pembaca tips and tricks AstraWorld, tindakan tersebut salah dan membahayakan keselamatan. "Karena pengemudi di belakangnya silau," ujarnya melalui email customerservice@com. Kami sampaikan terima kasih atas saran tersebut.
Sebagian besar, tindakan itu dilakukan karena ingin tampil beda dan bergaya. Ada juga yang mengganti lampu-lampu di belakang (sein, rem dan lampu mundur) dengan warna hitam. Tak hanya sulit membedakan lampu rem, pengubahan menjadi warna hitam biasanya juga membuat nyala lampu rem menjadi kurang terang. Yang lebih membahayakan lagi adalah tindakan yang memindah-mindahkan posisi lampu sein, rem dan lampu mundur. Akibatnya, ketika pedal rem diinjak, yang menyala adalah lampu putih. Jelas, ini berpotensi membingungkan pengendara di belakang. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya..
Berhubung pengendara sulit mengetahui kondisi lampu-lampu rem ketika tengah di dalam kabin mobil, maka sebaiknya periksalah menyala atau tidaknya lampu rem sebelum mulai berkendara. Sebab, lampu rem tergolong komponen penting yang mendukung keselamatan berkendara. Lampu rem menjadi isyarat bahwa pengendara tengah menginjak pedal rem dan laju mobil akan melambat bahkan terhenti sama sekali. Di harapkan, pengendara di belakangnya juga mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan.
Saking pentingnya lampu rem bagi keselamatan berlalulintas, ketentuan lampu rem juga diatur dalam Peraturan Pemerintah No.44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi. Pada pasal 33 ditegaskan bahwa "Lampu rem berjumlah dua buah dan berwarna merah yang mempunyai kekuatan cahaya lebih besar dari lampu posisi belakang". Tujuannya, tentu saja agar ketika menyala lampu rem lebih menyolok dan pengendara yang lain sigap bertindak.
Sayangnya, di jalan raya masih sering kita temukan pengendara yang mengubah-ubah lampu rem. Misalnya, bukan lagi berwarna merah tapi diganti lampu rem menjadi berwarna putih serta menyilaukan. Menurut Eddie Soenarto, seorang pembaca tips and tricks AstraWorld, tindakan tersebut salah dan membahayakan keselamatan. "Karena pengemudi di belakangnya silau," ujarnya melalui email customerservice@com. Kami sampaikan terima kasih atas saran tersebut.
Sebagian besar, tindakan itu dilakukan karena ingin tampil beda dan bergaya. Ada juga yang mengganti lampu-lampu di belakang (sein, rem dan lampu mundur) dengan warna hitam. Tak hanya sulit membedakan lampu rem, pengubahan menjadi warna hitam biasanya juga membuat nyala lampu rem menjadi kurang terang. Yang lebih membahayakan lagi adalah tindakan yang memindah-mindahkan posisi lampu sein, rem dan lampu mundur. Akibatnya, ketika pedal rem diinjak, yang menyala adalah lampu putih. Jelas, ini berpotensi membingungkan pengendara di belakang. (Source : AstraWorld)
Thursday, January 30, 2014
CARA MENGATASI LAMPU MOBIL YANG REDUP
Pengendara mobil sering dibikin jengkel dengan lampu kendaraannya yang redup. Pada dasarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah lampu kendaraan, antara lain :
- Reflector
![]() |
| Reflector |
- Reflector yang sudah kusam menyebabkan cahaya yang dipancarkan dari bohlam ( dop ) tidak bisa dipantulkan secara baik, sehingga menyebabkan sorot lampu menjadi kurang terang.
- Reflector metasi (palsu/tidak bagus) menyebabkan cahaya sorot lampu tidak focus ( ambyar / buyar )
- Pemilihan bohlam ( dop )
![]() |
| Philip H4 100/90 |
- Pemilihan warna sorot sinar, untuk saat ini banyak dipasarkan beraneka ragam pilihan warna sinar ( ada yang kebiruan, putih terang dll), menurut saya pilih warna yang terbaik tetap pada warna standart ( putih kekuningan) selain bagus buat pengemudi lampu jenis ini relative bagus untuk menembus hujan dan kabut.
- Pemilihan watt. Berdasarkan pengalaman saya pilihan yang bijak adalah menggunakan Philip (maaf bukan bermaksud mempromosikan merk dagang) 100/90
- Atur tatanan perkabelan dan soket, gunakanla kabel yang standart jangan terlalu kecil. Begitu juga dengan socket lampu, lebih baik gunakanlah yang berbahan keramik.

Sayangnya pemasangan lampu yang berdaya lebih besar membutuhkan daya yang lebih besar pula, seringkali kabel yang terpasang standar bawaan motor/mobil tidak dapat mengakomodasi kebutuhan daya tersebut.Malah bisa membuat conector atau kabel menjadi panas bahkan akan meleleh.
Agar hal tersebut tidak sampai terjadi, kita perlu memperhatikan sebuah komponen yang bernama relay. Relay adalah suatu komponen yang digunakan sebagai saklar penghubung/pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus yang kecil.
System pemasangan relay yang umum digunakan adalah positive system. Dimana pada system ini hanya digunakan satu kabel control yaitu positif yang diambil dari saklar. Sedangkan untuk negatifnya diambil langsung dari body / ground.
Berikut ini cara pemasangannya :
| cara memasang lampu H4 |
1. Nomor 30 langsung dari positif (+) Accu – tentunya terlebih dahulu melalui fuse / sikring
2. Nomor 85 di hubungkan dengan saklar
3. Nomor 86 dihubungkan dengan Ground / body
4. Nomor 87 dihubungkan ke positif lampu ( bohlam )
Trik Atasi Lampu Belakang Motor yang Redup
Penyebab lampu belakang enggak terang bisa disebabkan beberapa hal. Maka untuk mendeteksinya, bisa dimulai dari bagian aki. Pasokan listrik yang sudah gak stabil bisa bikin lampu belakang temaram. Nah solusinya, periksa tegangan aki dengan alat avometer.
Avometer dipakai untuk melihat tegangan listrik yang ada pada sumber listrik motor atau aki. Tegangan yang sesuai dan ideal yakni berkisar 12-12,3 Volt. Kalau kurang dari itu, tandanya aki harus dicharge. Dan jangan lupa bersihkan juga bagian konektornya dari kerak oksidasi.
Avometer dipakai untuk melihat tegangan listrik yang ada pada sumber listrik motor atau aki. Tegangan yang sesuai dan ideal yakni berkisar 12-12,3 Volt. Kalau kurang dari itu, tandanya aki harus dicharge. Dan jangan lupa bersihkan juga bagian konektornya dari kerak oksidasi.
Bagian lain, seperti kabel lampu juga bisa jadi biang kerok. Cek semua kabel yang berhubungan denga lampu belakang. Mungkin ada sambungan kabel yang bikin arus utama dari aki ke lampu belakang terganggu.
Masih remang-remang juga? Kalo gitu cek pemicu lainnya! Hal yang dimaksud adalah bagian soket-soket kabel yang mengarah ke lampu belakang. Soket yang longgar bisa bikin arus tak stabil yang akhirnya bikin lampu belakang redup
Pastikan semua soket terpasang dengan benar dan kencang. Selain itu, mumpung soket lagi ‘dibedel’, sekalian saja bersihkan pakai cairan penetran yang banyak tersedia di pasaran.
Cek juga bagian fitting lampu belakang pada rumah bohlam. Mungkin di saat pemasangan bohlam, peranti tersebut dipasang dengan posisi yang salah. Ini biasa terjadi kalau saat pemasangan bohlam diputar salah arah.
Fitting lampu juga bisa dicek pakai avometer. Kalau berkarat, tinggal bersihkan pakai ampelas halus dan semprot cairan penetran.
Pastikan semua soket terpasang dengan benar dan kencang. Selain itu, mumpung soket lagi ‘dibedel’, sekalian saja bersihkan pakai cairan penetran yang banyak tersedia di pasaran.
Cek juga bagian fitting lampu belakang pada rumah bohlam. Mungkin di saat pemasangan bohlam, peranti tersebut dipasang dengan posisi yang salah. Ini biasa terjadi kalau saat pemasangan bohlam diputar salah arah.
Fitting lampu juga bisa dicek pakai avometer. Kalau berkarat, tinggal bersihkan pakai ampelas halus dan semprot cairan penetran.
Subscribe to:
Posts (Atom)

